MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 17 Desember 2018 19:14
Gubernurnya Sudah Ganti, Bagaimana Nasib Maloy...?

Benahi Beragam Sektor, Isran Bakal Evaluasi Calon Investor

TINJAUAN LAPANGAN: Bupati Kutai Timur Ismunandar meninjau pelaksanaan kegiatan pembangunan di KIPI Maloy yang berlokasi di Kecamatan Sangkulirang.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO,  

 “Evaluasi itu harus terjadi. Kalau tidak berubah, berarti itu tidak maju. Yang abadi itu perubahan. Kita ingin ada perubahan yang lebih baik ke depannya”. Isran Noor (Gubernur Kaltim)

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Isran Noor memastikan proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur (Kutim) akan tetap terus dilanjutkan pemerintah. Termasuk juga pembangunan Pelabuhan Kariangau di Balikpapan. Untuk diketahui, KIPI Maloy merupakan proyek andalan yang selalu dibanggakan Gubernur Kaltim sebelumnya, Awang Faroek Ishak.

Isran mengaku, di bawah kepemimpinannya, kedua megaproyek masa depan Kaltim itu akan dilakukan upaya pembenahan di berbagai leading sector. Mengingat kedua proyek tersebut telah diresmikan sebagai derek coal pada Maret lalu.

“Kawasan industri di Maloy dan Kariangau enggak ada kendalanya. Pada prinsipnya jalan. Sekarang sudah mulai dibenahi,” ucap dia ditemui belum lama ini di kantor Pemprov Kaltim.

Pria yang pernah menjabat Bupati Kutim ini menepis anggapan, lambannya pembangunan di KIPI Maloy maupun Pelabuhan Kariangau lantaran ketiadaan otoritas. Yang membawahi atau mewadahi pelaksanaan kedua megaproyek itu.

“Siapa bilang? Enggak ada itu. Hanya persoalannya karena beberapa pemilik ekspedisi masih ada hubungan dengan pelabuhan yang di Surabaya. Jadi mungkin mereka menunggu itu,” imbuh Isran.

Selain itu menurut dia, terdapat dua pilihan yang membuat para pelaku usaha masih menunggu. Pertama apakah akan melakukan kegiatan ekspor langsung atau tidak. Kedua, apakah mereka akan menggunakan ekspedisi lain. Apapun itu, Isran mengaku tidak jadi masalah.

Derek coal juga enggak perlu mendaftar. Itukan urusan pemilik barang berkomunikasi dengan ekspedisi. Jadi enggak ada masalah,” ujarnya.

Meski begitu, diakuinya, sarana dan prasana ataupun fasilitas pendukung di KIPI Maloy memang belum semuanya tersedia. Selain itu, dari studi banding ke Kabupaten Morowali maupun ke daerah industri lain, juga belum dapat dijadikan patokan untuk mendorong upaya percepatan pembangunan di kawasan itu.

“Namanya belajar kan biasa. Kan enggak bisa langsung semuanya. Belajar ke Morowali, belajar ke Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, itu biasa,” ujarnya.

Dari skema pembangunan, KIPI Maloy bisa dikatakan lebih dahulu digagas jika dibandingkan Morowali. Walaupun dalam implementasinya, Kawasan Industri Morowali lebih dahulu beroperasi. Namun bagaimanapun, kata Isran, kegiatan ekspor dan impor di Morowali masih melalui Pelabuhan Makassar.

“Morowali hanya kawasan industrinya saja. Yang kami maksudkan kawasan industri di Maloy itu, ya sekaligus kepelabuhanannya. Kita juga sudah memiliki kawasan industri potensial dan sekarang bisa jalan di KKT di Kariangau,” sebut dia.

Menurut Isran, jika kegiatan ekspor barang asal Kaltim seperti kayu lapis, udang dan beberapa komoditas lain dilakukan melalui Pelabuhan Surabaya membutuhkan waktu lama. Dibutuhkan waktu 20 sampai 30 hari baru barang tersebut bisa tiba ke Korea dan Tiongkok.

“Kalau lewat Makassar itu cuma sembilan hari. Jadi produk-produk seperti perikanan, itu kualitasnya masih unggul,” katanya.

Adapun untuk perusahaan-perusahaan yang belum berjalan di Kariangau, kata Isran, nanti akan dilakukan evaluasi. Ia menilai, evaluasi memang perlu dilakukan untuk mengukur dan mengetahui kegiatan pembangunan di daerah tersebut.

“Evaluasi itu harus terjadi. Kalau tidak berubah, berarti itu tidak maju. Yang abadi itu perubahan. Kita ingin ada perubahan yang lebih baik ke depannya,” pungkas dia. (drh)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 18:27

Menengok Pedagang Sapi Tahunan di Kutim

<p style="text-align: justify;"><strong>SANGATTA &ndash;</strong> Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*