MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 17 Desember 2018 19:18
Pepesan Kosong PT TUS

Pengerjaan Jargas Molor, Pemkot Minta Di-blacklist

Dok Bontang Post

PROKAL.CO, AGUS Tori Saleh mencoba duduk senyaman mungkin. Dia berusaha tetap tenang mendengar keluhan yang ditujukan kepadanya. Sesekali dia menghadap ke belakang, berdiskusi dengan rekanannya.

Pagi pada 13 September 2018 itu seakan menjadi hari yang kurang menyenangkan bagi direktur PT Torindo Utama Sakti (TUS) tersebut. Perusahaan yang dipimpinnya dianggap tidak maksimal mengerjakan proyek jaringan gas. Di Bontang maupun Prabumulih, Sumatra Selatan.

Proyek yang mulai dikerjakan pada 2017 itu tak kunjung selesai. Bahkan setelah diberikan tambahan waktu. Rapat di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman itu pun membuahkan satu keputusan. Torindo harus menyelesaikan pekerjaan dalam waktu dua bulan.

Apa lacur, hingga pertengahan Desember janji Torindo tak terbukti. Hanya pepesan kosong. Mereka mengklaim molornya waktu karena banyak kebocoran pipa. Sehingga belum bisa melakukan gas in. Akhir 2018 dijanjikan semua sektor sudah bisa dialiri gas.

Supervisor PT Torindo Utama Sakti Asrul mengatakan, saat ini tersisa 3 sektor lagi. Yakni Kelurahan Guntung, Loktuan, dan Bontang Baru.  “Banyak yang tercangkul pipa jargas. Kami harus mencari kebocoran di beberapa titik untuk dilakukan perbaikan,” jelas Asrul, Minggu (16/12) kemarin.

Untuk mencari titik kebocoran, kata dia, melakukan teknik odora. Kebocoran bisa diketahui jika tercium bau gas. Untuk memperbaikinya mereka mengaku kesulitan, karena parit terbuat dari beton. “Terkait data, dari satu sektor ada beberapa kebocoran, tidak semuanya,” terang Asrul.

Misalnya, sektor Berbas Pantai, Berebas Tengah, Tanjung Laut, dan Tanjung Laut Indah. Menurutnya, di semua sektor terdapat beberapa kebocoran. “Sementara yang belum dialiri gas mereka masuk proyek 2018. Kalau Berebas Tengah 2017, tetapi ada penetrasi atau penambahan,” bebernya.

Untuk mengatasinya Asrul menyebut sudah berkoordinasi dengan PT Bontang Migas Energi (BME), yang nantinya mengelola jargas. “Kami perbaiki saja, karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujarnya.

Sementara, Direktur PT BME Kasmiran Rais mengatakan baru 1.450 sambungan rumah yang teraliri gas. Padahal, sebanyak 8.000 sambungan dikerjakan selama 2017. “Memang masih banyak yang belum gas in. Semoga minggu depan sudah bisa, dan tidak banyak kebocoran,”ungkapnya.

Sektor yang sudah gas in, lanjutnya yakni Kelurahan Satimpo, Kelurahan Kanaan, Bontang Kuala, Berbas Pantai, Berebas Tengah, Tanjung Laut Indah. Sisanya, Tanjung Laut dan Belimbing diharapkan tak ada kebocoran.

MINTA DI-BLACKLIST

Buruknya pekerjaan yang dilakukan Torindo membuat Pemkot Bontang berang. Pemkot mendukung  jika Torindo di-blacklist. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase.

“Apabila tidak selesai, tentu yang rugi adalah Bontang. Mereka (kontraktor, Red) cuma datang ke Bontang, lalu mengacak-acak. Setelah itu ditinggal,” ujarnya kepada Bontang Post, Ahad (16/12).

Basri mengaku, permasalahan ini sudah kerap kali dilaporkan ke Direktur Pengembangan Jaringan Gas Kementerian ESDM RI. Pemkot memnita agar kontraktor tersebut diberi teguran hingga sanksi, karena banyak merugikan dan meresahkan masyarakat. Tidak hanya soal pekerjaan, tetapi juga bermasalah pada para pekerjanya. Pemkot juga telah meminta agar diganti dengan kontraktor baru yang lebih bertanggung jawab.

“Harapan kami Kementerian ESDM bisa lebih intens mengawasi. Kalau bisa tidak hanya sebulan sekali, tetapi setiap hari. Kami juga meminta agar permasalahan itu bisa segera diselesaikan sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” pungkasnya.

Hal senada juga diutarkan Ketua DPRD Bontang Nursalam. Dia juga meminta agar pemkot bisa lebih tegas. “PT Torindo harus di-blacklist karena tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya,” kata Nursalam.

Menurut pria yang akrab disapa Salam ini, jangan sampai proyek yang semestinya mempermudah masyarakat, justru merugikan. Pasalnya, sebagian sambungan yang telah terpasang hingga kini belum dapat berfungsi. Tak hanya itu, kerusakan jalan akibat penggalian pun masih terbengkalai.

Upaya pun telah dilakukan anggota dewan. Mulai dari pemanggilan rapat dengar pendapat dengan perusahaan tersebut. Namun, pimpinan perusahaan tersebut seringkali mangkir. Bahkan, Komisi II telah melakukan kunjungan ke Kementerian ESDM untuk melaporkan permasalahan ini. “Sampai saat ini belum jelas,” ucapnya.

Ketua Komisi II Ubayya Bengawan membenarkan jika telah mengadukan permasalahan ini kepada Kementerian ESDM. Namun, ia tidak mengetahui apakah sudah ada tindak lanjut dari kementerian tersebut.

“Karena memang pengawasannya dari kementerian langsung. Anggarannya berapa dan kontraknya sepertia apa, kami tidak mengetahuinya. Karena ini proyek pemerintah pusat,” kata Ubayya.

Menurut politikus partai Demokrat ini sanksi tegas juga tidak dapat menghampiri perusahaan tersebut. Karena masa pemeliharaan baru berakhir Februari 2019.

Ubayya berharap kepada pemerintah pusat dan manajemen Torindo bisa segera menyelesaikan permasalahan ini. Dengan mengembalikan seperti semula akibat dari penggalian. (mga/bbg/ak)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*