MANAGED BY:
SELASA
15 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BESSAI BERINTA

Jumat, 21 Desember 2018 18:34
Warga Sulit Cari Gas Elpiji 3 Kg

Jika Ada Harganya Mahal, Agen Klaim Harga Normal

SULIT DIDAPAT: Pasokan gas elpiji 3 kilogram mendekati momen Natal dan Tahun Baru di sejumlah wilayah Kota Taman mulai susah didapatkan warga.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Mendekati momen Natal dan tahun baru, pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Kota Taman mulai susah didapatkan warga, utamanya kaum ibu rumah tangga. Mereka yang biasa membeli di pengecer, terkadang kebagian terkadang tidak.

Anisa, salah satu warga Kelurahan Berebas Tengah mengatakan, sejak dua hari terakhir ini dirinya mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Kalaupun ada kata dia, harganya juga mahal. Mencapai Rp 35 ribu per tabungnya.

“Barusan tadi pagi saya beli di daerah Berbas Pantai. Itu saja sisa satu di warungnya. Karena terpaksa, meskipun mahal tetap dibeli. Karena butuh untuk masak,” ujarnya saat diwawancarai Bontang Post.

Hal senada juga disampaikan Suri, warga Kelurahan Tanjung Laut Indah. Dia mengaku, susahnya mencari elpiji 3 kg di warung-warung baru dia rasakan Kamis (20/12) kemarin. Pasalnya pagi kemarin gas elpiji di rumahnya habis.

“Saya cari ke tetangga dan warung dekat rumah pada habis. Jadi saya cari di rumah di tempat saudara saya di Berbas Pantai,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Nursia selaku Komisaris PT Pantai Subur sebagai salah satu agen resmi elpiji 3 kg mengatakan, selama Desember ini pasokan gas dari Pertamina tidak ada pengurangan. Justru Pertamina melakukan penambahan ke Bontang sebanyak 3.360 tabung. “Di kami (agen, Red.) tidak ada masalah. Pasokan selalu lancar,” tuturnya.

Sehingga dirinya heran jika di kalangan masyarakat kesulitan mencari gas elpiji. Dirinya pun sudah mengingatkan para pangkalan untuk menjual gas elpiji sesuai aturan. Selain harga jualnya harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), jumlah penjualan kepada masyarakat yang sama juga harus dibatasi.

“Setiap pembelian satu masyarakat harus dibatasi maksimal dua tabung agar merata. Namun terkadang masyarakat pintar. Setelah dia membeli, terkadang keluarganya lagi yang disuruh membeli,” tukasnya. (bbg) 


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 22:12

DPRD Belum Pernah Terima Laporan

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Walaupun sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*