MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 11 Februari 2019 11:58
2018, Nilai Investasi di Kota Ini Capai Rp 43,4 Triliun

Sistem Online, LKPM Dinilai Minim Pelapor

Puguh Harjanto

PROKAL.CO, BONTANG – Selama 2018, sudah terdapat 166 pengusaha yang berinvestasi di Bontang. Nilainya cukup besar hingga mencapai Rp 43.313.135.381.400. Semua investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Meski terbilang nilai investasi yang cukup besar, ternyata tidak semua perusahaan aktif melaporkan kegiatan usahanya ke laporan kegiatan penanaman modal (LKPM). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang berupaya meningkatkan kesadaran para pengusaha dengan mengevaluasi sistem online. “Dulu manual, jadi kami yang mendatangi, sekarang sudah sistem online, malah minim pelapor,” kata Kepala DPMPTSP Bontang Puguh Harjanto.

Dirincikan, jumlah investasi yang tertinggi yakni Kaltim Nusa Etika sebesar Rp 12 triliun, disusul Pupuk Kaltim sneilai Rp 7,6 triliun,  Graha Power Kaltim (GPK) Rp 5,7 triliun, kemudian Pupuk kaltim lagi Rp 3,8 dan Rp 3,3 triliun, Kaltim Parna Industri (KPI) Rp 2,3 triliun, Pupuk Kaltim Rp 1,4 triliun, serta Energi Unggul Persada (EUP) sebesar Rp 1 triliun. “Data nilai investasi hingga 166 perusahaan memang ada yang bersinggungan dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), karena mereka hanya menilai yang melapor. Sedangkan yang melapor minim meski difasilitasi online,” tuturnya.

Ia mengaku sempat tak percaya jika investasi di Bontang hanya Rp 900 an juta. Sementara proyek Kaltim 5 saja, nilainya mencapai Rp 3 triliun. “Tak logis jika dihitung hanya dari BKPM. Maka perusahaan wajib melaporkan ke LKPM yang bersifat periodik,”terang Puguh.

Minimnya pelaporan investasi membuat Puguh harus mengevaluasi sistem LKPM online, Apakah kesadaran terlapor yang rendah, atau terdapat kendala teknis saat melapor ke sistem. “Kami dari pengendalian akan melakukan supervisi dan melakukan evaluasi lapangan yang sudah running mulai 2 bulan lalu,” ujarnya.

Sistem sosialiasi pun diambil pihaknya dengan lebih digalakkan agar para perusahaan kesadarannya lebih meningkat. “Khawatir sistemnya yang sulit diakses,”imbuhnya. Sementara untuk Penanaman Modal Asing (PMA) Bontang masih belum terlalu signifikan nilai investasinya.(mga)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…

Jumat, 13 September 2019 10:29

Perwali Direvisi, Area Pendirian Waralaba Berubah

BONTANG – Pemkot Bontang telah merevisi Peraturan Wali Kota 52/2014…

Kamis, 12 September 2019 09:38

Baru Satu Waralaba yang Kantongi IUTM

BONTANG – Jumlah toko modern waralaba di Kota Taman berjumlah…

Kamis, 12 September 2019 09:37

Agus Haris Jadi Wakil DPRD Bontang

BONTANG – Posisi Wakil Ketua 2  DPRD Bontang periode 2019-2024…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*