MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 16 Februari 2019 11:48
UNBK di Bontang, SMP Swasta Berat di Server

Jumlah Pelajar Minim, Menumpang Pun Harus Bayar

TERKENDALA BIAYA: Permasalahan sebagian sekolah menegah pertama (SMP) swasta tidak dapat melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri sehubungan kewajiban membeli server.

PROKAL.CO, class="m-1817006822236731375s3">BONTANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP masih bermasalah. Khususnya sekolah swasta dengan jumlah siswa yang minim. Problem utama, kewajiban memiliki server tidak berbanding dengan kondisi keuangan yang ada. 

Akibatnya, sejumlah sekolah memilih menumpang di sekolah menengah atas atau kejuruan negeri.  Citra, kepala SMP Yayasan Pendidikan Tunas Inti (YPTI), mengatakan pengadaan server membutuhkan belasan juta rupiah untuk satu unit. Idealnya tiap sekolah memiliki dua server.

“Satu dipakai, satunya bersifat cadangan. Itu idealnya,” kata Citra. Dituturkannya, tahun ini merupakan kedua kali sekolahnya tidak dapat melaksanakan UNBK secara mandiri. Para pelajar sekolah di Kelurahan Api-Api ini terpaksa menggunakan fasilitas di SMA 1 Bontang untuk mengikuti ujian akhir di kelas IX ini.

Sehubungan dengan perangkat penunjang lain, SMP YPTI pun masih kurang laik pakai. Terbukti, jumlah komputer yang tersedia hanya lima unit. Sementara jumlah peserta UNBK  12 orang.

Namun, Citra berujar permasalahan komputer masih bisa disiasati. Dengan menggunakan piranti milik guru maupun siswa sendiri. “Hanya servernya ini yang sulit kami penuhi,” ujarnya.

Akibat dari kondisi ini, siswa tidak dapat menggelar simulasi. Meski serba terbatas, seluruhnya dinyatakan siap mengikuti UNBK. Beberapa modul soal pun diberikan guru untuk membiasakan siswa dalam menjawab materi.

 “Siswa saat ini sangat lihai dalam menjalankan komputer. Yang perlu dibiasakan ialah bagaimana menjawab soalnya,” ungkapnya.

Citra pun tidak khawatir. Nantinya, peserta UNBK saat mengikuti gladi bersih akan diberi waktu dua jam untuk membiasakan diri. Bahkan, 30 menit sebelumnya teknisi sekolah bersangkutan akan menjelaskan panduan dalam menjawab soal.

Pun demikian yang terjadi di SMP Advent, Berebas Tengah. Mahalnya harga server membuat proses UNBK harus mengungsi di SMK 2 Bontang. Binawan Purba selaku wali kelas IX menyebut hingga kini belum ada bantuan masuk.

Nantinya, proposal sekolah akan menyasar beberapa perusahaan swasta. Jika ditotalkan kebutuhan anggaran mencapai Rp 80 juta. “Itu semua lengkap dari server hingga komputer,” kata Bina.

Saat ini, hanya terdapat enam komputer di sekolah tersebut. Sayangnya kondisinya memprihatinkan. Terkadang mesin itu tiba-tiba mendadak berhenti beroperasi. Mengingat beberapa komponen dalam piranti itu tergolong lama. “Sering gangguan karena memorinya kecil,” sebutnya.

Dikatakan Bina, sarana penunjang lainnya yang dibutuhkan ialah kelengkapan ruangan. SMP Advent telah memiliki ruangan yang bakal diplot untuk server. Padahal, diperlukan ruang dengan pendingin l untuk menjaga agar komponen tidak rusak.

Diketahui, pelajar kelas IX SMP Advent berjumlah 20 orang. Ke depan, sekolah mewacanakan untuk menyiapkan sarana transportasi saat UNBK, kendati ongkos ditanggung oleh masing-masing orangtua.

Beban biaya juga dikeluhkan oleh SMP Perintis Kanaan. Salah satu perwakilan guru yang enggan disebutkan namanya menuturkan, untuk membayar tenaga karyawan bertumpu pada iuran siswa tiap bulannya.  Jika pengadaan server ini ditanggung sepenuhnya sekolah maka terasa berat.

“Harusnya Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) fasilitasi,” kata dia.

Bahkan, untuk proses UNBK nantinya tiap siswa ditarik iuran kembali. Tujuannya untuk membayar kepada sekolah tempat ujian. Tercatat, siswa kelas IX SMP Perintis Kanaan berjumlah 18 anak. 

“Tidak bisa gratis kami harus membayar sebesar Rp 2,5 juta untuk UNBK,” paparnya. 

Diberitakan sebelumnya, selain ketiga sekolah tersebut, terdapat dua SMP swasta yang harus menumpang saat proses ujian ke sekolah lainnya. Meliputi SMP Nurul Iman dan Yayasan Pendidikan Loktuan (YPL). (ak/far)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*