MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 18 Februari 2019 11:46
Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung
BELUM AMAN: Kapal Penyeberangan di sejumlah sungai di Kutim terpantau belum menggunakan pelayanan keamanan yang lengkap. DOK/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet. Banyak sungai yang terpaksa harus diseberangi warga dengan kapal, karena belum ada jembatan penghubung. Namun, kapal penyeberangan di sejumlah sungai di Kutai Timur masih beroperasi dengan apa adanya.

Hal itu membuat resah sehingga menjadi sorotan. Selain kapal penyeberangan Sungai Dusun Masabang, Sangatta Selatan, yang paling menjadi sorotan karena tak sedikit terjadi kasus kelalaian, banyak lagi kawasan yang melayani warga dengan kapal penyeberangan di Kutim. 

Yakni, di penyeberangan kawasan pedalaman Kutim, antara lain Long Wehea, Diaq Lay, Dea Bek, Rantau Panjang, dan Busang.  Anggota DPRD Kutim dari Fraksi PDIP Siang Geah mengingatkan, Dishub selaku OPD yang menangani mengupayakan peralatan keselamatan. Yakni, pelampung dan pengaman sejenis.

"Hal ini penting karena menyangkut keselamatan dan kepentingan orang banyak. Sebab, jembatan penyeberangan belum terbangun sempurna," ujarnya belum lama ini.

Dia meminta, peralatan berupa pelampung didahulukan. Harus tersedia di setiap kapal ponton penyeberangan. “Ini adalah standar operasional keselamatan. Kami harap, pihak Pemkab Kutim dan operator kapal bisa lebih memerhatikan ini demi kebaikan bersama,” ungkapnya. 

Pun begitu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim mengklaim telah gencar melakukan pertemuan dan sosialisasi terkait keselamatan penyeberangan di kawasan sungai. Yakni, penggunaan pelampung dan ban karet. Namun, pelaku usaha dan operator kapal masih kerap mengabaikan.

Seperti dikatakan seorang pengemudi ponton. Pria yang enggan disebutkan namanya itu mengeluhkan sulitnya menggunakan pelampung. Terlebih, bagi dia, hal tersebut sangat mengganggu kebebasan pergerakannya. “Saya kalau bekerja susah gerak, selain itu juga gerah," keluhnya. (mon/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:35

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

SANGATTA - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) hasil kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*