MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 16 Mei 2019 10:26
Uang Pengganti Rp 1 Miliar Disetor Kas Negara
SETOR KAS NEGARA: Kejari Bontang Agus Kurniawan bersama jajarannya menyerahkan uang pengganti dari tersangka. MEGA ASRI/KP

PROKAL.CO, BONTANG - Kejari Bontang menyerahkan uang pengganti Rp 1 miliar dari kasus tindak pidana korupsi pengadaan pemecah ombak Pulau Beras Basah ke kas negara pada Rabu (15/5). Uang pengganti tersebut didapat dari terpidana Rudi Muhammad Saidi mengingat kasusnya telah inkrah pada Maret 2019 lalu sesuai putusan Mahkamah Agung (MA).

Kajari Bontang Agus Kurniawan menyampaikan pihaknya melakukan eksekusi pelaksanaan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap terkait dengan uang pengganti dari terpidana Rudi. “Putusan kasasi untuk terpidana Rudi vonisnya 4 tahu pidana penjara dibebankan uang pengganti Rp 1 miliar, serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan,” jelas Kajari Agus di Bank Mandiri Kampung Baru Bontang, Rabu (15/5).

“Dari rekening Kejari, kami setor ke kas negara hari ini (kemarin) melalui Bank Mandiri,” sambungnya.

Ditambahkan Kasi Pidsus Yudo Adiananta menyatakan total tersangka dari kasus pengerjaan proyek pemecah ombak Pulau Beras Basah terdapat 11 orang. Hasil putusan kasasi dari MA, baru 7 orang yang sudah ditahan di Rutan Samarinda. Masing-masing dari mereka, vonisnya berbeda-beda. Mulai dari terpidana Rudi selama 4 tahun, uang pengganti Rp 1 miliar dan denda Rp 200 juta dan sudah dieksekusi semuanya. Dari terpidana Ferliean Southanto mendapat vonis 6 tahun, denda Rp 200 juta, dan uang pengganti Rp 1,63 miliar. “Nah untuk terpidana Ferliean Southanto dia tak sanggup membayar, maka uang pengganti diganti dua tahun penjara dan denda diganti enam bulan penjara,” terang Yudo.

Sementara terpidana Syaiful Anwar, Sunarya, Suryanta, dan Usman, serta Prihananto semuanya mendapat vonis 4 tahun. Namun, Sunarya tidak sanggup membayar denda Rp 200 juta. Sedangkan Syaiful Anwar, masih menunggu konfirmasi hingga 25 Mei nanti.”Kami tunggu apakah Syaiful mampu membayar denda Rp 200 juta atau tidak. Sedangkan 4 terdakwa lainnya belum inkrah, kalau sudah, baru kami eksekusi juga,” bebernya.

Ketujuh terpidana kasus pengerjaan proyek pemecah ombak Pulau Beras Basah terbukti bersalah sesuai Pasal 2 UU nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang telah diubah dengan UU nomor 20/2001 tentang Perubahan UU nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Kalau memang ada yang tak sanggup bayar, kami tak bisa memaksa. Tetapi jika uang pengganti ketika ada harta dari Ferliaen maka akan disita untuk dilelang, dan hasilnya untuk kas negara, kalau tak ada harta maka digantu 2 tahun sesuai putusan,” bebernya.

Semua vonis, lanjut Yudo, sesuai dengan mekanisme dan hasil persidangan. Dimana, masing-masing tersangka memili peran berbeda. Tetapi soal uang pengganti, disesuaikan dengan apa yang mereka nikmati. Seperti Rudi MS yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas PUTRPR Kaltim, dan Ferliean Southanto selaku Direktur CV Megapland Indoraya Esa sebagai konsultan supervisi di anggaran 2014.

Sebelumnya, Satuan Tugas Khusus (satgasus) Kejati Kaltim menahan 11 tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Beras Basah, Bontang, tahun 2013-2015.  Dari hasil pemeriksaan, ditemukan kerugian keuangan negara lebih dari Rp 9 miliar atau lebih dari separuh anggaran proyeknya. Posisi perkara tersebut lantaran proyek tidak dikerjakan sesuai kontrak.

Masing-masing tersangka, memiliki peran yang berbeda dan mereka diduga kuat tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Proyek tersebut, bermula dari pemikiran penyelamatan objek wisata Pulau Beras Basah dari abrasi. Pada 2012, Pemkot Bontang membuat perencanaan pemecah ombak melalui konsultan, PT Grahasindo Cipta Pratama. Perencanaan itu diusulkan ke Pemprov Kaltim, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Perumahan Rakyat, (PUTRPR) Provinsi Kaltim melalui musrenbang. Selanjutnya, proyek tersebut dialokasikan pada tiga tahun anggaran (2013-2015) dengan total nilai Rp 17,3 miliar. Di antaranya 2013 senilai Rp 6.393.201.000, di 2014 Rp 4.720.210.000, dan 2015 senilai Rp 6.262.888.000.(mga)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*