MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30
Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis
ilustrasi

PROKAL.CO, BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke bank untuk mendapatkan layanan penukaran uang baru. Namun, beberapa bank justru sudah kehabisan ketersediaan uang baru.

Penyedia Layanan Nasabah BPD Kaltimtara Kantor Cabang Bontang Elsa Nurbani mengatakan, kini hanya melayani untuk penukaran pecahan Rp 2 ribu. Sementara ketersediaan pecahan lima ribu, sepuluh ribu, dan dua puluh ribu rupiah telah habis.

“Permintaan uang barunya sebenarnya belum banyak. Tetapi stok uang barunya sudah menipis,” kata Elsa.

Dijelaskannya, pihak bank melakukan pengambilan uang baru dari Bank Indonesia. Namun hingga pekan ini, Bank Indonesia belum melakukan pendistribusian ke BPD Kaltimtara Kantor Cabang Bontang. Langkah gesit diambil pihak manajemen, dengan memintai stok dari BPD Kantor Cabang Sangatta.

“Kalau mengharapkan Bank Indonesia datang ke Bontang pun tidak banyak stok uang barunya. Kemarin hanya memperoleh stok sejumlah Rp 300 juta untuk tiap pecahan,” ucapnya.

Kantor Cabang BPD Kaltimtara Bontang pun telah membuka layanan tersebut sejak 13 Mei. Periode layanan bakal berjalan selama dua pekan. Pihak bank pun melakukan pembatasan penukaran. Layanan dapat dilakukan jika penukar merupakan nasabah bank tersebut. Dengan menyertakan buku tabungan kepada teller.

Selain itu, nominal penukaran juga diatur. Para nasabah maksimal mendapatkan dua gepok dalam satu pecahan. “Kalau nasabah menukar empat nominal pecahan, maka masing-masing diberi segepok saja,” tutur dia.

Sementara, BPR Bontang Sejahtera justru tidak membuka layanan jasa penukaran uang baru. Pasalnya, manajemen bank mengaku terlambat dalam pengajuan tersebut.

Direktur Utama BPR Bontang Sejahtera Faisal menyebut lebih memfokuskan terhadap rencana pemindahan kantor dan proses pembahasan rancangan peraturan daerah terkait pemisahan diri dari induk perusahaan yakni Perusda AUJ.

“Tahun ini kami tidak melayani. Kami percayakan kepada bank-bank lain soal itu,” kata Faisal.

Menurutnya, layanan itu tidak sebanding dengan pendapatan yang diraih. Justru biaya dikeluarkan pun besar. Berkenaan anggaran transportasi pengambilan pecahan uang baru. Belum lagi, aspek keamanan menjadi pertimbangan. Tatkala mengambil ke Sangatta maupun Samarinda. (ak)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*