MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 20 Mei 2019 09:36
Tak Ada Zona Khusus Sarang Burung Walet
DIKELILINGI: Dua bangunan di wilayah Berebas Tengah, Bontang Selatan, dikelilingi bangunan tinggi yang digunakan untuk menarik burung walet bersarang di dalamnya.MEGA ASRI/KP

PROKAL.CO, BONTANG – Sarang burung walet, sudah sejak lama berdiri di beberapa wilayah di Bontang. Namun ternyata, hingga 2019 ini, tak ada zona khusus untuk bangunan sarang burung walet. Semua izin bangunan sarang burung walet masuk dalam bangunan gedung.

Bangunan sarang burung walet, banyak didapati di wilayah Berebas Tengah, Bontang Selatan. Jika kebetulan melintas di Jalan WR Soepratman, para pengendara akan disajikan pemandangan bangunan-bangunan yang berlomba-lomba paling tinggi. Ada sekitar kurang lebih 15 bangunan di pinggir jalan. Di bawah bangunan tersebut, seperti rumah pada umumnya, yakni pintu dan jendela. Namun bagian atas bangunan lebih kepada tempat tertutup tanpa ventilasi.

Tempat itulah yang biasanya digunakan untuk menarik burung walet bersarang di bangunan itu. Salah satu warga RT 26, Berebas Tengah, yang tinggal di sekitar bangunan burung walet, Subrata Jani mengungkapkan dirinya sangat terganggu dengan keberadaan sarang burung walet. Bukan hanya kotoran, udara, serta menimbulkan banyak binatang, yang paling mengganggu ialah suara rekaman dari bangunan burung walet. “Ada yang mengerti tidak diputar non stop, tetapi rata-rata non stop,”kata Subrata.

Rumahnya berdampingan dengan salah satu warga lainnya yang dikelilingi oleh bangunan burung walet. Jika hujan deras, air tampungan dari bangunan itu mengotori rumahnya bahkan membuat parit meluap. Hewan seperti kecoa, nyamuk, dan semut banyak bermunculan karena bangunan itu dibuat seperti goa. “Tidak ada kompensasi, kadang ada yang rutin ngasih sembako setahun sekali, kalau dari yang lain ada juga yang ngasih uang Rp 150-200 ribu. Itu entah zakat atau apa karena diberikannya dekat lebaran,” bebernya.

Soal terganggunya hidup di antara bangunan burung walet, Subrata tak bisa mengeluhkannya. Baik kepada ketua RT, maupun pada pemerintah. Ia berharap pemerintah bisa menjalankan aturan sesuai Perda yang dibuatnya tentang pengaturan bangunan burung walet. Bangunan burung walet mulai berdiri di tahun 2000 an, dan marak hingga saat ini.

Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Edy Suprapto menuturkan dalam literatur-literatur tata ruang, sarang burung walet lebih dekat ke arah gudang. “Makanya izin mendirikan bangunan (IMB) nya masuk dalam gudang, karena itu pola pendekatan yang lebih sesuai dengan bangunan,” jelas Edy, Ahad (19/5).

Menurutnya, pemanfaatan bangunan rumah dan sarang burung walet hanya untuk rumah tempat tinggal dan burung, sehingga masuk dalam gudang yang tidak terlalu berfungsi.

Ditambahkan Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang Puguh Harjanto mengatakan zonasi khusus untuk bangunan sarang burung walet memang tidak ada. “Tidak ada yang mendaftar IMB untuk bangunan sarang burung walet,” kata Puguh.

Selama ini, kata Puguh, untuk pengendalian bangunan, pihaknya meminta bantuan dari Satpol PP Bontang. Tetapi, pergerakan Satpol PP Bontang belum membuahkan hasil. Apalagi, pihaknya masih disibukkan dengan adanya minimarket waralaba yang terus bermunculan di Bontang. “Nanti kami koordinasikan lagi dengan Satpol PP Bontang untuk pengendalian bangunan seperti sarang burung walet dan minimarket waralaba,”ujarnya.(mga)

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*