MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 13 Juli 2019 12:09
Menelisik Perjalanan Kisah Tim e-Sport di Kota Taman : Auzora
Ganti Nama Tim Karena Sial, Pemain Berstatus Pelajar
FOKUS BERTANDING: Tim Auzora tampak serius menantap layar smartphone-nya saat berlaga di salah satu kejuaraan Mobile Legend. Dokumen Auzora Untuk KP

PROKAL.CO, Kecil-kecil cabai rawit. Keadaan yang menggambarkan tim e-Sport Auzora. Pasalnya, keenam pemainnya masih memakai identitas seragam abu-abu putih. Namun, sejumlah prestasi telah dicapainya. Namanya, kini menjadi tim yang patut dipertimbangkan pada kejuaraan Mobile Legend.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Usia tim masih seumur jagung. Perjalanan tim yang beranggotakan Ewaldo Exel Faturrahaman, Ardhy Maulana, Medy Pratama, Muhammad Satria, Akmal Yusmar, dan Junior Nurfadillah bermula sejak dua tahun lalu.

Diawali karena anggota tim menempuh pendidikan di satu sekolah jenjang SMP. Kegemeran pun ternyata serasi. Yakni bermain game Mobile Legend. Sang inisiator Ewaldo Exel Faturrahaman memutuskan membentuk skuat. Bernama The Black Sweat. Tujuannya agar dapat mengikuti kejuaraan.

Sayangnya, lima kejuaraan pun diraih tanpa hasil memuaskan. Alhasil, tercetus keinginan untuk mengubah nama tim menjadi Auzora. “Karena kami berpandangan nama ini yang membuat kalah,” kata Exel.

Auzora pun tidak memiliki arti. Justru terdengar feminim. Exel mengakui nama ini terinspirasi dari salah satu pemain profesional Mobile Legend. Selain itu, nama ini spesial lantaran merupakan mantan kekasihnya.

“Perubahan nama tim ini terjadi pada Desember, tahun lalu,” ucapnya.

Pergantian ini membawa hasil. Selang beberapa hari prestasi digenggam pada Kejuaraan Piala Indomaret. Tak tanggung-tanggung, Auzora menjadi kuda hitam yang berhasil menjadi terbaik di kejuaraan itu.

“Langsung memperoleh juara satu,” tutur dia.

Beberapa bulan kemudian, melalui kejuaraan yang sama tim ini justru meraih dua prestasi. Karena saat pendaftaran mengambil jatah dua slot. Kedua slot itu akhirnya masuk final. Sehingga otomatis pertandingan tidak digelar. Mengingat anggota tim sama.

Uniknya, pada kejuaraan ini tim justru tidak rutin menggelar latihan. Salah satu anggota justru sebelumnya berada di luar daerah. Menurut Exel kata kunci kesuksesan timnya ialah keterpaduan antar personel dan sikap optimistis dalam menghadapi laga.

“Tanpa latihan pun kami bisa menang karena chemistry kami kuat,” terangnya.

Hasil dari setiap kejuaraan pun ditabung sebagian oleh tiap personel. Sisanya digunakan makan bersama untuk merayakan kemenangan. Auzora sendiri belum menjadi tim semi profesional.

Diketahui dari tidak adanya manajer tim. Jadwal latihan pun tidak tersusun rapi. “Kalau mau latihan langsung menghubungi anggota seketika itu juga,” sebut dia.

Harapan dari tim ini ialah dapat mengikuti kejuaraan tingkat Kaltim. Secara individu, tiap pemain pun memimpikan direkrut oleh tim profesional.

Mengenai waktu, tiap pemain diwajibkan untuk mengatur dirinya sendiri. Supaya tidak mengganggu kewajiban dari seorang pelajar yakni belajar. Orangtua yang semula kerap memarahi seluruh personel akibat terlalu lama bermain smartphone. Kini, mereka bangga dengan kehebatan putra-putrinya.

“Meski masih ada pembatasan waktu. Tetapi ini juga baik untuk kami,” ujar Exel.

Satu kejuaraan nasional gagal diikuti oleh tim ini. Terhalang oleh batasan umur yang ditetapkan panitia. Akan tetapi, kondisi ini tidak membuat patah semangat. Seluruh anggota sepakat untuk dapat berlaga suatu hari kelak. (***)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*