MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 19 Juli 2019 09:48
Koordinasi Kemensos, Wacanakan Pemulangan WTS Prakla
DATA PSK: Pemkot Bontang bakal melakukan pendataan PSK untuk kemudian dipulangkan ke daerah asalnya.

PROKAL.CO, BONTANG – Pemkot Bontang mewacanakan penutupan Tempat Hiburan Malam (THM) Prakla dalam waktu dekat. Sebagai tahap awal upaya koordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) bakal dilakukan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan langkah itu dilakukan untuk meminta biaya akomodasi. Terkait pemulangan Wanita Tuna Susila (WTS) yang selama ini  di kawasan THM Prakla.

“Kami akan tanyakan ke Kemensos paling tidak mereka siapin biaya perjalanannya. Ada dananya di mereka (Kemensos),” kata Neni.

Selain itu, Pemkot berencana turun ke lapangan. Tujuannya mendata jumlah PSK yang notabene berasal dari luar daerah. Neni berjanji akan memimpin langsung proses peninjauan tersebut.

“Saya akan turun nanti,” ucapnya.

Ia geram dengan masih adanya praktik prostitusi. Mengingat di sekitar kawasan juga terdapat perumahan warga. Hal ini diyakini dapat membuat cerminan buruk bagi anak-anak.

“Bisalah (dibongkar). Masa membiarkan prostitusi. Tidak boleh lah,” tutur dia.

Upaya persuasif pun bakal dilakukan. Dengan mengajak tokoh masyarakat berembuk untuk menutup praktik prostitusi di kawasan tersebut. Dikabarkan, hari ini diagendakan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan rapat. Sehubungan langkah yang diambil terhadap praktik prostitusi di THM Prakla.

Neni berharap lokasi Prakla dapat berubah menjadi tempat wisata kuliner. Dengan nama Pantai Harapan. Hal ini sesuai dengan komitmennya yakni zero lokalisasi.

Sebelumnya diberitakan, awak media Kaltim Post bertemu dengan Karin –nama samaran—di lokasi tersebut. Wanita itu berusia 23 tahun itu tampak rapi dan  wangi.

Dengan senyum khasnya dia menyambut awak media ini. Mengajak ke kamar berukuran 2,5x3 meter. Yang berada di salah satu wisma di Prakla. Di kamar berisi lemari dan kasur empuk itu, ia biasa melayani tamu. Di samping kamar terdapat toilet.

Perkenalan dengan Karin didapat melalui aplikasi chat, MiChat. Dia biasa menawarkan layanan via online.  Setelah melakukan perkenalan singkat, dia mengajak wartawan Kaltim Post bertemu.

Dia mengaku sudah sejak Desember 2018 tinggal di Prakla. Kedatangannya karena dipanggil kerabatnya, sekaligus pemilik wisma tersebut. “Enggak mungkin lah, nakal dikampung sendiri," katanya sembari bermain handphone.

Janda anak satu tersebut menuturkan, bisa meraup pemasukan Rp 3-4 juta. Tergantung pelanggan yang datang. Sekali kencan dipatok Rp 300-350 ribu. (ak)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*