MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:46
Kisah Perakitan Alat Pendeteksi Ketinggian Air Sungai

Terketuk Hati dari Rumah Warga yang Terendam Banjir

PERKENALKAN ALAT: Anggota Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas) memamerkan alat pendeteksi ketinggian air sungai.

PROKAL.CO, Inovasi dilakukan Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas). Ide ini muncul akibat kegelisahan 15 anggota Kompas. Karena beberapa hunian warga Kota Taman terkena dampak banjir, beberapa waktu lalu.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Sebanyak 15 orang lelaki tengah sibuk dibibir sungai di kawasan kilo meter 5 Jalan Bontang – Samarinda. Sekelompok warga yang mengatas namakan Komunitas Pemantau Air Sungai (Kompas) ini tengah merakit sebuah alat pendeteksi ketinggian air sungai yang terdiri dari sensor, controller, frame support, dan power supply.

“Ini namanya Automatic Water Level Recorder (AWLR),” ucap Ketua Kompas Wilis Permadi yang didamping Bidang IT, Rendra.

Inisiasi ini timbul lantaran melihat penderitaan warga yang rumahnya terendam banjir dan kegelisahan warga yang menanti informasi kapan air akan turun atau kembali meninggi. Willis-akrab disapa ini terketuk hatinya untuk membantu masyarakat dengan mengembangkan alat pendeteksi ketinggian air. Sehingga dia mengajak warga yang sejalan dengannya.

“Jadi warga nanti dapat mengetahui ketinggian air dan menghindari informasi hoax tentang banjir ini,” akunya.

Alat ini dapat mencatat level air di sungai tempat alat ini dipasang. Cara kerja AWLR yaitu melalui sensor yang dipasang di alat ini bakal menangkap atau mencatat level air di sungai tempat alat ini dipasang. Data yang dicatat atau ditangkap sensor kemudian diolah oleh kontroler untuk dikirim ke website.

“Ketika nanti hujan di daerah sekitar atau di Kota Bontang terjadi. Warga tak perlu lagi was-was soal ketinggian air sungai. Mereka dapat mengakses https://awlr.ketoprakdjawir.com,” ucapnya.

Dalam web tersebut itu level air akan tergambar dalam dua jenis yaitu grafik dan spedometer. Dijelaskannya, untuk spedometer ini ketinggian air akan ditunjukkan dalam sebuah jarum, jika menujukkan warna hijau menandakan aman, kuning hati hati, merah berarti ketinggian air lebih dari batas normal.

“Bahkan akan muncul peringatan kalau level air sudah dalam kondisi menghawatirkan,” paparnya.

Kedepannya, alat tersebut tidak hanya mengukur ketinggian air, pihaknya tengah mengembangkannya agar dapat mengkur kecepatan air dan volumenya. Sehingga nantinya warga dapat mengetahui air waktu tempuh air dan besarnya air yang mengalir dari hulu hingga muara itu. Untuk mencapai itu pihaknya tengah mengkaji bentangan dan ketinggian sungai.

“Item yang sekarang itu sudah ready, tinggal memasukkan item item itu saja,” jelasnya.

Selain itu akan ada pendirian AWLR di 8 titik yang dinilai rawan banjir. Diantaranya pintu air kanaan, daerah sungai HOP, kawasan Xtoys dan muara Bontang Kuala.

“Saat ini tengah pabrikasi 3 unit jadi pertengah bulan akan dibangun 4 lagi,” ucapnya.

Namun untuk penambahan sistem itu, pihaknya kekurangan dana, untuk penambahan alat diantaranya batrai VRLA 12 Volt 6 unit, low impedance kabel 30 meter, kawat las, dan out door box panel ukuran 40 x 30 x 20. “Sumbangannya bisa berupa barang atau uang,” pungkasnya. (ak)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*