MANAGED BY:
MINGGU
18 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 12 Agustus 2019 12:21
Sepertinya Prakla Takkan Ditutup..??

Pemkot Panggil Seluruh Pemilik THM

TUNGGU KESEPAKATAN: Pembongkaran petak kamar yang diduga sebagai sarang esek-esek akan dibicarakan Pemkot Bontang dengan pemilik THM. DOK/KP

PROKAL.CO, BONTANG – Maraknya praktik prostitusi di Kota Taman membuat Pemkot gerak cepat. Pekan ini, seluruh pemilik Tempat Hiburan Malam (THM) di Bontang bakal dipanggil. Baik yang berada di Pantai Harapan (sebutan baru Prakla, Red.), Kelurahan Berbas Pantai maupun Kelurahan Berbas Tengah.

Hal ini diutarakan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase. Menurutnya, tujuan pemanggilan ini untuk menyepakati aturan main dalam membuka usaha THM. “Semua THM tidak boleh ada ruangan yang digunakan untuk prostitusi,” kata Basri.

Selain itu, beberapa aturan lain pun bakal dikeluarkan. Meliputi pelarangan perdagangan narkoba di THM, tidak boleh mempekerjakan anak di bawah umur, melarang anak di bawah umur masuk THM, pekerja dilarang berpenampilan yang mengundang syahwat, serta pembatasan waktu operasional THM.

“Jadi nanti disepakati saat pertemuan. Kalau masih ada yang mengindahkan tentu penegakkan regulasi berlaku,” ucapnya. Basri memastikan bakal memberikan batasan waktu agar pemilik membongkar petak kamar secara mandiri. Batasan waktu itu pun baru dapat diketahui hasilnya setelah pertemuan tersebut. “Jika hingga batas waktu yang ditentukan masih belum dibongkar, maka Satpol PP dapat langsung mengeksekusinya,” sebut dia.

Berkenaan dengan tertangkapnya seorang muncikari yang menawarkan Pekerja Seks Komersial (PSK) di bawah umur beberapa hari lalu, ia meminta penegak hukum memberikan hukuman berat. Pasalnya, ulah bejat itu secara tidak langsung mematikan masa depan anak. 

Beberapa waktu lalu, Satpol PP telah melakukan pendataan dan memberikan imbauan terkait pembongkaran petak kamar. Hasilnya diketahui 156 petak kamar dari total 23 wisma di lokasi Pantai Harapan. Sementara data petak kamar di THM Berebas Tengah belum dapat dipastikan.

Diduga ruangan berukuran sekira 3x2,5 meter di bagian belakang THM dijadikan tempat beberapa lelaki hidung belang untuk memuaskan nafsu birahinya. Pasalnya terdapat fasilitas seperti kasur, lemari, kipas angin, dan lampu di dalam ruangan tersebut. Ditambah, bilik toilet kecil  berukuran 1x1,5 meter pun disediakan di bagian ujung petak kamar.

Sebelumnya diberitakan, pihak Kelurahan Berebas Tengah mengaku kecolongan terjadinya kasus penjualan anak di bawah umur pada salah satu THM kawasan tersebut. Padahal, pekerja THM selalu melapor ke kelurahan untuk mendapatkan surat keterangan domisili non permanen.

Saat pelaporan itu petugas memonitor usia mereka. Berdasarkan data, tidak ada pekerja yang berusia di bawah umur. Profesi mereka pun sebagai pramuria bukan pekerja seks seperti hasil tangkapan Polda Kaltim. “Pekerjanya kami selalu panggil ke kelurahan sekaligus pemilik THM-nya,” kata Lurah Berebas Tengah Mahfudz.

Dengan kejadian ini, petugas Trantib Kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bakal melakukan monitoring ke sejumlah THM di Berebas Tengah. Rencananya kegiatan ini digelar setelah Iduladha. (ak/kri)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*