MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 14 September 2019 08:31
Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk
ilustrasi

PROKAL.CO, BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan data AirVisual peningkatan pencemaran udara terjadi sejak pukul 12.00 Wita.

Air Quality Index (AQI) di Bontang menunjukkan angka 81. Angka tersebut masuk dalam kategori sedang. Dua jam berselang peningkatan terjadi. Indikator AQI mencapai angka 108. Besaran itu masuk dalam klasifikasi tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Pukul 15.00 Wita tingkat polusi udara naik menjadi 152. Angka ini masuk dalam tidak sehat. Tingkat pencemaran udara kembali meningkat menjadi 161, dua jam kemudian.

Sementara berdasarkan particulate matter (PM) 2.5 angkanya berkisar di 152-161ug/m3. Pada pukul 15.00 hingga 17.00 Wita.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih 25 mikrogram per meter kubik (ug/m3) dalam 24 jam. Sementara selama dua hari lalu konsentrasi PM berada di angka 49 sampai 100 ug/m3.

Diketahui, pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara menggunakan penghitungan konsentrasi enam polutan utama. Meliputi PM 2.5, PM 10, karbon monoksida, sulfur dioksida, dan tingkat ozon.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang Syapriansyah mengatakan, situasi ini akibat terjadinya kebakaran lahan di Bontang Lestari. Tepatnya di sekitar kantor kelurahan.

"Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan (Disdamkartan) masih memadamkan api tersebut," kata Sapriansyah.

Meski demikian, pengecekan tingkat polusi tidak dilakukan. DLH menunggu data ambang batas mutu baku udara yang dimiliki oleh PT Badak LNG dan PT Pupuk Kaltim.

"Setiap bulan ada pelaporan ke kami. Penghitungannya ada rumusnya," ucapnya.

DLH mengimbau kepada warga Bontang untuk selalu menggunakan masker saat berpergian. Serta perbanyak konsumsi air putih. Pasalnya kebakaran lahan ini membuat hawa di Bontang menjadi panas.

Sapriansyah pun menampuk jika kabut yang terjadi di siang hari merupakan kiriman dari daerah lain. Sebab, di Bontang pun terjadi kebakaran lahan. Sementara, Kepala BPBD Ahmad Yani memaparkan dua hari lalu terjadi kebakaran lahan sejumlah tiga kali. Dengan titik koordinat yang berbeda.

"Benar ada kebakaran lahan dua di Bontang Lestari dan satu di Bontang Kuala," kata Ahmad Yani. Titik koordinat kebakaran lahan di Bontang Lestari menyasar RT 13 Jalan Abdi Negara dan RT 06 Jalan Karya Bakti. Sementara satu lokasi di Bontang Kuala yakni RT 16 Jalan KS Tubun.

"Waktu kejadian mulai pukul 14.00 hingga 22.00 Wita," ucapnya. Sehubungan informasi di AirVisual polusi udara berpotensi terjadi hingga esok hari. Aplikasi yang tersedia di playstore dan appstore mengimbau kepada warga untuk menyalakan alat pembersih udara, menutup jendela rumah, dan menghindari aktivitas luar ruangan. (*/ak)

 

Hari                Waktu           Tingkat polusi udara          PM 2.5

Jumat (13/9)12.00 Wita  81                                           26,7 uq/m3            

                        13.00 Wita   81                                           26,7 uq/m3

                        14.00 Wita   108                                         38,2 uq/m3

                        15.00 Wita   152                                         56,7 uq/m3

                        16.00 Wita   152                                         56,7 uq/m3

                        17.00 Wita   161                                         75,2 uq/m3

                        18.00 Wita   156                                         64,7 uq/m3

                       

Klasifikasi tingkat polusi udara

0-50               Bagus

51-100          Sedang

101-150        Tidak sehat bagi kelompok sensitif

151-200        Tidak sehat

201-300        Sangat tidak sehat

301-500        Berbahaya

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*