MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 08 Oktober 2019 12:21
Belum Terima Surat BBPOM
Dr Bahauddin

PROKAL.CO, BONTANG – Penarikan izin edar sejumlah obat yang mengandung Ranitidin oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mesti disikapi oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang. Namun, Kepala Diskes Bontang dr Bahauddin mengatakan, hingga kini dirinya belum menerima salinan surat dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kaltim.

“Kami masih belum bisa apa-apa karena belum terima surat. Kalau tidak ada itu (surat) tidak ada dasar kami untuk bertindak,” kata dr Bahauddin.

Bila surat diterima, tindakan bakal segera diambil. Salah satunya melakukan supervise ke seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada di Bontang. Baik itu tingkat pertama maupun lanjutan.

“Pasti kami akan bertindak dengan supervisi termasuk ke apotek maupun klinik,” ucapnya.

Akan tetapi, masyarakat tidak perlu risau. Sebab, apoteker di seluruh Faskes saat ini pasti tidak akan memberikan obat jenis tersebut. Mengingat sudah ada standar operasional prosedur (SOP). Terlebih informasi ini telah viral.

“Pasti apoteker sudah mengamankan barang. Dan tidak merekomendasikan kalau ada resep dokter sehubungan itu,”

Bahauddin hingga saat ini belum mengetahui secara pasti apakah produk dengan kode batch yang ditarik masih beredar di Bontang. Pasalnya, informasi penarikan izin edar baru diketahuinya.

Dijelaskan dia, obat yang dilarang ini terdeteksi mengandung N-nitrosodimethylamine (NDMA). Obat ini tergolong daftar G. Jika ingin mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. Fungsi ranitidin ini untuk pengobatan penyakit maag.

Produk ranitidin yang diperintahkan penarikannya setelah terdeteksi mengandung NDMA adalah Ranitidin Cairan Injeksi 25 mg/mL dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk.

Sementara itu, produk ranitidin terdeteksi NDMA yang ditarik sukarela adalah Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL dari PT Glaxo Wellcome Indonesia, Rinadin Sirup 75 mg/5mL dari PT Global Multi Pharmalab, serta Indoran Cairan Injeksi 25 mg/mL dan Ranitidine cairan injeksi 25 mg/ML dari PT Indofarma. (*/ak)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*