MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 12 November 2019 13:28
Tak Hadir Rapat Pembahasan Kerugian Jamaah Umrah, Dewan Geram kepada DTG
TAK HADIR: Pihak DTG tak hadir dalam rapat dengar pendapat penyelesaian kerugian korban jamaah umrah yang gagal berangkat ke tanah suci. ARSYAD/KP

PROKAL.CO, BONTANG –Penyelesaian kerugian yang dialami 46 orang jamaah umrah belum menuai titik terang. Pasalnya, Duta Travel Group (DTG) tak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama gabungan Komisi I dan II, Kementerian Agama (Kemenag), serta perwakilan puluhan korban. Undangan yang diberikan benar-benar tak diindahkan perusahaan travel berkedok haji tersebut.

Kekecewaan dewan seketika terlontar. Meski agenda itu sempat diundur sekitar 40 menit, namun perwakilan perusahaan travel tersebut tak kunjung tiba. Padahal, untuk memberi penjelasan mengenai nasib jamaah tentu DTG hadir. “Padahal sudah kami sediakan tempat, tapi tidak datang juga,” ujar Rustam yang memimpin rapat itu, Senin (11/11).

Kepala Kemenag Bontang Muhammad Isnaini mengungkapkan, DTG sendiri sebenarnya hanya perusahaan travel wisata saja. Mereka tak memiliki izin untuk memberangkat haji maupun umrah. Namun sejauh ini, memberangkatkan jamaah melalui travel lain, dan ujung-ujungnya turut tertipu.

Sebanyak 30 perusahaan travel yang resmi terdaftar di Kemenag Bontang, taka da nama DTG di dalamnya. Untuk itu, ia memberikan pemahaman kepada calon haji agar tetap berhati-hati memilih travel untuk berangkat ke Makkah.

Isnaini menyebut terdapat lima poin untuk memastikan travel, dipastikan travelnya berizin, jadwal atau tanggal keberangkatannya, waktu terbangnya, hotelnya, dan dipastikan visanya. Namun terpenting, sebelum memilih suatu travel, bias melaklukan konsultasi ke perwakilan Kemenag.

“Dalam pemberangkatan sebelumnya, kami tidak pernah memberikan rekomendasi apapun ke DTG. Karenam memang DTG ini hanya travel biro perjalanan wisata. Bekerjasama dengan travel lain, tapi identitasnya (DTG, Red) sendiri tak dicantumkan,” bebernya.

Keinginan para korban mendaftar ke DTG tentu masih tanda tanya, padahal sejak awal sudah memperlihatkan gelagak mencurikan. Akan tetapi masih saja ingin berangkat melalui travel tersebut dan seakan terhipnotis oleh pengelola DTG.

Abdul Samad, yang menjadi salah satu korban mengungkapkan, informasi awal pemberangkatan jamaah umrah melalui DTG datang dari tetangganya. Ia pun berkeinginan mendaftar dengan membayar uang muka sebanyak Rp 8 juta. Dari total Rp 27 Juta, akan dilunasi sebulan sebelum berangkat.

Kaget bukan kepalang seketika disuruh melunasi sisa pembayaran tiga hari setelah mendaftar. Karena pengelola terus berdalih akan gagal diberangkatkan jika tak menyelesaikan pembayaran, hingga Abdul melunasi dengan membayar Rp 19 juta. “Rp 27 Juta itu biaya berangkat hingga kembali lagi ke Bontang,” ucapnya.

Tak berhenti sampai di situ, jamaah yang tiba di Bandara Balikpapan kembali dimintai uang sebesar Rp 6 juta setiap orangnya. Pengakuan pengelola kepada korban, yakni untuk disetorkan ke Arab Saudi. Jika tak membayar, lagi-lagi terancan batal diberangkatkan.

Taka da keputusan yang memuaskan dalam rapat tersebut. Korban tentu masih menunggu uangnya kembali sekitar 6 bulan ke depan seperti kesepakatan bersama DTG yang ditandatangani di atas materai. Meski begitu, kecil kemungkinan untuk mendapatkan ganti rugi.

Jika ditotal uang yang harus dikembalikan DTG kepada korban, mencapai Rp 1,5 miliar. Sejumlah aset yang dijanjikan dijual untuk melunasi utangnya belum menyentuh angka dari kerugian jamaah umrah. Itu dituangkan dalam berita acara dalam pertemuan 27 Oktober lalu. (*/rsy).

 

BERITA ACARA KESEPAKATAN DUTA TRAVEL BAITUL DENGAN JAMAAH UMRAH

  • Jamaah yang akan berangkat umrah sebanyak 46 orang
  • Pihak duta travel bersedia mengganti dana jamaah
  • Pihak duta travel mempunyai beberapa asset yang akan menjadi hak jamaah, yaitu tanah berlokasi di Bontang Kuala, yang ditaksir Rp 100 juta. sebuah rumah di Loktuan ditaksir senilai Rp 100 juta, kendaraan roda empat merek Bmw dan Innova ditaksir Rp 100 juta
  • Jangka waktu pengembalian paling lambat yaitu 6 bulan, tepatnya 27 April 2020
  • Dana yang akan dikembalikan pihak duta travel dengan proses secara bertahap, dan dana yang akan dikembalikan dikumpulkan biayanya dan pihak travel menstransfer biayanya ke notaris dengan bukti kuitansi atau bukti transfer
  • Dana tiket yang masih dalam proses pengembalian Rp 598 juta
  • Travel Duta Baitul akan mengembalikan uang jamaah sebesar Rp 27 juta dengan syarat biaya yang dibayar untuk keberangkatan umrah telah lunas 100 persen
  • Travel Duta Baitul akan mengembalikan dana jamaah sebesar yang dibayarkan atau sesuai dengan kuitansi yang ad ajika dana yang dibayarkan tersebut belum lunas 100 persen
  • Duta Travel Baitul akan membayarkan seluruh biaya akta perjanjian oleh seluruh jamaah yang dibuat oleh notaris
loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers