MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 15 November 2019 10:29
Terkendala Visa Belum Dicabut Travel, Jamaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya
KHAWATIR: Visa para jamaah belum dicabut oleh pihak travel, korban masih dihinggapi kekhawatiran. DOKUMEN PRIBADI

PROKAL.CO, BONTANG – Kabar ditahannya pimpinan manajemen Duta Travel Group (DTG) membuat jamaah lega. Hal ini pertanda kasus tidak bisa berangkatnya umrah 46 jamaah ditangani oleh pihak berwajib. Namun, korban masih dihinggapi kekhawatiran. Pasalnya, hingga kini visa mereka belum dicabut oleh pihak travel.

“Kemarin itu visa sudah terbit. Tetapi tidak dipakai. Ada informasi harus dicabut dulu itu. Khawatirnya kami tidak bisa umrah selamanya,” kata salah satu korban umrah DTG Abdul Samad.

Pencabutan visa itu di kedutaan besar. Adapun yang melakukan pencabutan ialah pihak travel. Dijelaskan dia, pengurusan visa ini dilakukan oleh Nuansa Tour sejumlah 45 jamaah. Sedangkan satu jamaah diakomodasi oleh Tripuri.

“Untuk lokasi kantor travel pihak ketiga yang mengurus visa ini saya tidah tahu persisnya. Saya dapat informasi katanya di Yogyakarta. Kemarin itu dari DTG langsung berhubungan dengan travel ini,” ucapnya.

Menurutnya, upaya koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) sehubungan hal itu sudah dilakukan. Jika informasi benar maka kerugian besar bagi jamaah yang memiliki kerinduaan untuk ibadah umrah.

“Siapa tahu ada dana lagi kan bisa umrah. Tetapi kalau seperti ini kami merasa dirugikan sekali,” tutur dia.

Sementara Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bontang, Ali Mustofa mengatakan, pencabutan visa untuk kategori umrah yang dikelola swasta bukan ranah Kemenag. Kemenag hanya berhak mengintervensi ibadah haji reguler.

“Ini domain imigrasi dan kedutaan besar,” kata Ali.

Jika travel profesional, ketika visa terbit secara otomatis penerbangan dapat diberangkatkan. Artinya tiket sudah diurus. Pun demikian dengan akomodasi selama di Arab Saudi.

“Kalau kasus ini visa dapat dikatakan mubazir. Kalau agen profesional maka ada orang yang mengurus di Arab Saudi sana,” tuturnya.

Kedatangan jamaah di Tanah Suci pun wajib dijemput dengan kendaraan. Jika tidak maka wajib hukumnya travel itu di-black list. Terkait hal ini, Kemenag wewenangnya ialah melakukan pembinaan dan pemantauan kepada pihak travel.

Secara tegas Kemenag Bontang memberikan dua opsi kepada manajemen DTG. Berupa pengembalian dana jamaah seluruhnya atau memberangkatkan jamaah menggunakan travel resmi lainnya.

Sebelumnya antara kedua belah telah terjalin kesepakatan bahwa uang jamaah bakal dikembalikan. Namun, skemanya secara bertahap. Hal ini berita acara dan disaksikan oleh salah satu notaris di Kota Taman. (*/ak)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers