MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 10 Januari 2020 15:04
Diprediksi Produksi Amonium Nitrat Mencapai 75 Ribu Ton
MENANTI JANJI: Masyarakat Loktuan dan Guntung menunggu janji terkait kuota rekrutmen tenaga kerja kepada pimpinan perusahaan PT Wijaya Karya selaku kontraktor pelaksana pembangunan pabrik amonium nitrat. ADIEL KUNDHARA/KP

PROKAL.CO, BONTANG  Dunia investasi di Bontang semakin menggeliat. Setelah dipastikan adanya rencana pembangunan pabrik amonium nitrat. PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) merupakan perusahaan patungan kerjasama antara PT Dahana dengan PT Pupuk Kalimantan Timur. 

Pembangunan pabrik atas lahan seluas 6 hektar di kawasan industri milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE). Pengerjaannya ditargetkan selesai dalam waktu 30 bulan. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 75 ribu ton per tahun dengan komposisi produk Amonium Nitrat dan Asam Nitrat. Total investasi pembangunan pabrik amonium nitrat mencapai lebih kurang 1,1 triliyun rupiah. Bersumber dari kredit investasi BUMN Perbankan dan penyertaan masing-masing pemegang saham.

Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat Bimo Noesantoropoetro mengatakan bahwa pembangunan pabrik amonium nitrat di Bontang ini untuk memenuhi kebutuhan Amonium Nitrat dalam negeri. “Diharapkan, dengan dibangunnya pabrik ini dapat memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri sebagai bahan baku bahan berenergi tinggi dan turunannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dahana Budi Antono mengatakan bahwa perusahaannya bersama PT Pupuk Kalimantan Timur telah melakukan studi banding dan kajian berbagai aspek. Meliputi pasar, teknologi, peraturan perundangan, ketersediaan bahan baku dan sebagainya yang dibantu oleh konsultan independen bereputasi internasional.

“Untuk mendapatkan teknologi proses produksi amonium nitrat yang handal dan terbukti. PT Dahana telah menggandeng BPPT yang membantu perusahaan dalam menilai dan mengkaji berbagai aspek terkait pemilihan teknologi amonium nitrat. Serta merekomendasikan teknologi yang tepat yang akan dipakai dalam pabrik tersebut,” ujar Budi Antono.

Adapun perihal perizinan dalam hal pembangunan pabrik telah dipenuhi. Meliputi izin prinsip yang terbit pada 6 Mei 2019. Disusul dengan izin site plan rekomendasi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang pada 10 Juni 2019. Selanjutnya secara bertahap izin lingkungan, izin mendirikan bangunan (IMB), dan izin prinsip pemanfaatan lahan.

Kekhawatiran menyelimuti warga Loktuan dan Guntung seiring bakal dimulainya pembangunan dan produksi pabrik amonium nitrat. Sehubungan dengan kuota tenaga kerja yang dipakai. Terutama saat kontraktor yakni PT Wijaya Karya dan SEDIN Engineering memulai pembangunan pabrik. Sebab kedua warga di kelurahan ini merupakan kawasan buffer zone.

Ketua Karang Taruna Guntung Rusli mengatakan warga di dua buffer zone berhak mendapatkan prioritas dalam slot tenaga kerja. Ia menilai pimpinan perusahaan wajib mengakomodasi permintaan warga.

Jadi bahasanya jangan kalau bisa diberdayakan tenaga lokal, tetapi harus bisa, kata Rusli.

Ia pun membeberkan jumlah warga di Kelurahan Guntung mencapai 9.040 orang. Akan tetapi yang bekerja saat ini di BUMN hanya 44 orang. Oleh sebab itu, bagi PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) agar memberikan ruang saat pabrik sudah memulai produksinya nanti.

Jadi bukan hanya wilayah pembangunan pabrik saja, tetapi lebih kedepannya," sebutnya.

Rusli menyebut sering kali tenaga kerja lokal diberi janji manis di awal. Terutama saat perusahaan mengadakan sosialisasi sebelum proses pembangunan dimulai. Tetapi di pertengahan jalan janji tersebut kerap diingkari. Bentuknya melalui dijatuhkan pada aspek persyaratan. Biasanya terkait pengalaman kerja. Padahal mereka (tenaga kerja lokal) kalau diajari tambah lebih rajin, ucap dia.

Selain itu, sebaiknya kontraktor utama juga merangkul kontraktor lokal. Sehingga pemberdayaan tenaga kerja lokal bisa digaransikannya. Ia menilai banyak perusahaan berbentuk CV maupun PT yang berlokasi di du akawasan tersebut.

Senada, Ketua LPM Loktuan Haris Hafid meminta kepada pimpinan perusahaan agar mengutamakan pekerja dari warga dua kelurahan ini. Alasannya ialah lokasi pembangunan pabrik dekat dengan permukiman warga. Akibatnya efek yang ditimbulkan pun berimbas langsung ke masyarakat. Minta jaga komitmen yang sudah dibangun awal saat sosialisasi sebelumnya," ucapnya

Nada kritis juga diujarkan oleh tokoh masyarakat Guntung Mansyur. Ia meminta agar proses rekrutmen tenaga kerja tidak melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Pasalnya, jika dibuka di sana maka potensi pekerja luar Bontang untuk masuk. Kami minta tanggung jawab dari PT Wika nantinya, ujar Mansyur.

Sementara Project Manager PT WIKA Hadi mengatakan warga di dua kelurahan itu nantinya diprioritaskan dalam seleksi rekrutmen kerja. Akan tetapi perusahaan tetap harus melalui satu pintu yakni Disnaker. Sebab, itu tertuang dalam Perda 10/2008 tentang Rekrutmen Tenaga Kerja. Isinya kuota untuk tenaga lokal ialah 75 persen. Regulasi harus tetap kami laksanakan, kata Hadi.

Diketahui, PT Wika merupakan perusahaan yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana pembangunan pabrik amonium nitrat.  (*/ak)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 22:42

Pembangunan BCM Tunggu Amdal

Peletakan batu pertama pembangunan BCM sudah berlalu hampir tiga bulan,…

Jumat, 24 Januari 2020 22:40

Parkir Sembarangan, Ban Dikempeskan

BONTANG - Penataan titik-titik parkir di tepi jalan bakal dilakukan…

Jumat, 24 Januari 2020 22:37

Struktur Rendah, Jalan Kerap Tergenang

ADIEL KUNDHARA/KP BONTANG - Warga RT 26, Kelurahan Bontang Baru…

Kamis, 23 Januari 2020 09:55

NAH KAN..!! Seragam Sekolah Gratis Ternyata Bermasalah

Pengadaan seragam sekolah oleh Pemkot Bontang, sudah terealisasi. Namun, ukurannya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:53

Sektor Parkir Belum Maksimal

BONTANG–Sektor parkir menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. Wujudnya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:52

PARAH..!! Pintu Rumah Jadi Loket Sabu

BONTANG–Praktik penjualan barang haram berupa sabu-sabu semakin bervariasi. Salah satunya…

Selasa, 21 Januari 2020 11:44

Titik Nol Tol Samarinda-Bontang Masih Rahasia

DOK/KP Proses pembangunan tol Samarinda-Bontang masih menunggu keputusan Presiden Joko…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur, Hantam Mobil di Belakangnya

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Barang Bukti Truk Kecelakaan

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

Aneh Juga, Proyek Sudah Selesai Tapi Jumlah Lapak Belum Diketahui

BONTANG - Bangunan Pasar Rawa Indah telah rampung dikerjakan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers