MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 14 Januari 2020 14:49
HOROR DI MUARA..!! Adik Diterkam, Kakak Bertarung Lawan Buaya
Korban mendapatkan perawatan usai diserang buaya.

PROKAL.CO, BONTANG–Nasib apes menimpa Daffa. Pelajar sekolah dasar di salah satu sekolah Loktuan, Bontang, mendapat serangan dari buaya. Kejadian itu terjadi, kemarin (13/1), saat dia berenang dengan lima rekannya. Lokasinya di salah satu muara RT 18. Bhabinkantibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat asyik bermain, dua rekannya beranjak terlebih dahulu. Saat itu, ketinggian air mencapai 1 meter. "Daffa ini posisinya terakhir. Lainnya sudah di atas," kata Aipda Bajuri. Rekannya pun telah mengingatkan agar dia segera naik ke daratan. Termasuk kakak kandungnya, Ahza, yang ikut berenang, telah meminta hal senada. Sebab, kakaknya telah melihat ada yang muncul di permukaan air.

Namun, dalam hitungan detik, Daffa sudah digigit buaya. Ukurannya diprediksi 2,5 meter. Posisinya pun memeluk tubuh bagian belakang Daffa. Ketika itu, posisi Daffa sedang memeluk sebilah kayu ulin. "Karena tidak naik, kakaknya turun lagi untuk menghajar buaya tersebut. Dipukulinya itu buaya pakai tangannya. Sedangkan rekan lainnya membantu menombak memakai kayu ulin," ucapnya. Setelah terlepas, kakaknya segera membawa Daffa ke atas jembatan.

Saat pulang pun, Daffa sempat mandi kemudian hendak melaksanakan salat Magrib ke masjid. "Itu dia ditanya bapaknya mau ke mana. Karena ada tetesan darah di bagian tubuhnya. Si korban justru meminta maaf karena telah digigit buaya," sebut dia. Dijelaskan Aipda Bajuri, di lokasi sama tercatat dua kali buaya telah muncul dan diamankan. Terakhir 2019. Panjang predator tersebut mencapai 5 meter. Sesungguhnya sudah ada imbauan supaya tidak berenang di empang tersebut. Baik itu melalui pemasangan plang, rapat warga, maupun media sosial.

"Harap masyarakat tetap waspada karena buaya masih banyak di perairan Loktuan," harapnya.

Adapun luka yang diderita oleh Daffa ialah luka gigitan di bagian punggung dan luka cabik di bagian dada. Rencananya, hari ini korban menjalani operasi bedah. Kini, korban masih dirawat intensif di RS Pupuk Kaltim. Sementara untuk pengangkatan buaya juga dijadwalkan hari ini. (*/ak/riz/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 22:42

Pembangunan BCM Tunggu Amdal

Peletakan batu pertama pembangunan BCM sudah berlalu hampir tiga bulan,…

Jumat, 24 Januari 2020 22:40

Parkir Sembarangan, Ban Dikempeskan

BONTANG - Penataan titik-titik parkir di tepi jalan bakal dilakukan…

Jumat, 24 Januari 2020 22:37

Struktur Rendah, Jalan Kerap Tergenang

ADIEL KUNDHARA/KP BONTANG - Warga RT 26, Kelurahan Bontang Baru…

Kamis, 23 Januari 2020 09:55

NAH KAN..!! Seragam Sekolah Gratis Ternyata Bermasalah

Pengadaan seragam sekolah oleh Pemkot Bontang, sudah terealisasi. Namun, ukurannya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:53

Sektor Parkir Belum Maksimal

BONTANG–Sektor parkir menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. Wujudnya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:52

PARAH..!! Pintu Rumah Jadi Loket Sabu

BONTANG–Praktik penjualan barang haram berupa sabu-sabu semakin bervariasi. Salah satunya…

Selasa, 21 Januari 2020 11:44

Titik Nol Tol Samarinda-Bontang Masih Rahasia

DOK/KP Proses pembangunan tol Samarinda-Bontang masih menunggu keputusan Presiden Joko…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur, Hantam Mobil di Belakangnya

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Barang Bukti Truk Kecelakaan

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

Aneh Juga, Proyek Sudah Selesai Tapi Jumlah Lapak Belum Diketahui

BONTANG - Bangunan Pasar Rawa Indah telah rampung dikerjakan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers