MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 10 September 2015 20:04
Bontang Borong Dua Penghargaan

Berkibar di Otonomi Award, Adi Darma: untuk Masyarakat dan Staf

humas pemkot bontang MEMBANGGAKAN: Adi Darma (kanan) menerima piala di Malam Anugerah Otonomi Award di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, tadi malam. Usai menerima penghargaan, Adi Darma (lima dari kiri)

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">SAMARINDA - Masyarakat Bontang patut berbangga. Pasalnya, daerah tercinta kita berhasil meraih dua penghargaan bergengsi di ajang Jawa Pos Institute Pro-Otonomi (JPIP) Area Kaltim-Kaltara 2015. Wali Kota Bontang Adi Darma pun didaulat menerima langsung penghargaan pada Malam Anugerah Otonomi Award di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Rabu (9/9) kemarin.

Kota Taman meraih grand parameter performa politik lokal. Selain itu, Bontang juga menjadi nomor wahid di bidang performa politik lokal untuk indikator partisipasi politik publik dengan Program Bontang Kota Hijau. Tak sedikit pemerintah kabupaten/kota yang menggunakan nama unik dalam prolan.

Adi Darma menerangkan, award dari JPIP memotivasi semua daerah lebih kreatif dalam melaksanakan pembangunan dalam pengentasan kemiskinan. Menurut dia, ini bukan soal menang atau tidak. Dia senang di jabatan kelima tahun mendapat penghargaan grand parameter dari JPIP yang sangat bergengsi. Hasil ini didapat, kata dia, dari kerja keras tim dan dukungan masyarakat Bontang.

"Penghargaan saya persembahkan untuk masyarakat dan staf saya," tegas dia. Penghargaan sebagai inovasi otonomi daerah agar berkembang. Semua daerah melakukan terobosan dan kreativitas.

Secara keseluruhan, Kutai Kartanagera (Kukar) menjadi juara dengan tiga piala, disusul Bontang dan Samarinda, masing-masing dua. Berlangsung di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Malam Anugerah dihadiri anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim Achmad Amins, anggota DPRD Kaltim Edy Kurniawan, Asisten Sekprov Kaltim Bidang Administrasi Umum Meiliana, dan Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya, serta CEO Kaltim Post Group Ivan Firdaus. Sejumlah bupati dan wali kota juga hadir menanti dan kemudian menerima penghargaan.

Persaingan ketat mendapat Otonomi Award tahun ini begitu terasa. Sejumlah program unggulan (prolan) dari berbagai kabupaten/kota membuat juri kesulitan memilih yang terbaik. Terbukti, perlu empat jam untuk menentukan pemenang tiap kategori. Jauh berbeda dengan tahun lalu yang hanya memerlukan dua jam.

Direktur Eksekutif JPIP Kaltim-Kaltara Sofyan Masykur menerangkan, program ini dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat melalui harian pertama dan terbesar di Bumi Mulawarman, Kaltim Post, sejak 1 September lalu. Menurut dia, sebagai bentuk pertanggungjawaban JPIP kepada berbagai pihak. "Saksi kinerja kepala daerah di Kaltim," ucap dia.

Sofyan berterima kasih kepada Pemprov Kaltim sebagai referensi pembanding dalam program. Dia berharap, Otonomi Award 2015 bukan sekadar perebutan gelar bagi kepala daerah melainkan peningkatan kualitas daerah.

Selain itu, terang dia, perlu tim kuat bagi pemerintah daerah memberikan dukungan data sehingga tim JPIP lebih mudah menilai. "Sebaiknya melakukan pengembangan agar ada perbaikan pada masa depan," kata Sofyan.

Hasilnya, pada tahun ini, nyaris semua daerah memiliki program inovasi berhak atas penghargaan. Dari tiga parameter, sembilan daerah memperoleh piala. Namun, hanya tiga daerah yang diganjar grand parameter. (Selengkapnya silakan lihat infografis)

Secara keseluruhan, Kukar menjadi "juara" dengan merebut tiga piala. Sementara itu, Samarinda dan Bontang berbagi sama-sama dua piala. Paling mengejutkan, kabupaten termuda di Kaltim, yakni Mahakam Ulu, di penampilan pertama langsung unjuk gigi dengan menjadi terbaik dari indikator pertumbuhan ekonomi.

Adapun Kukar, meraih grand parameter pembangunan ekonomi. Lalu, grand parameter pelayanan publik diraih Samarinda. Di samping itu, Bontang meraih grand parameter performa politik lokal (daftar lengkap penerima penghargaan, lihat infografis).

Dari pembangunan ekonomi, peneliti JPIP satu suara memilih Program Mbak Rita alias Tambak Direvitalisasi adalah yang terbaik. Di bidang pelayanan publik, Program Puskesmas Responsif Gender menduduki tempat teratas.

Parameter terakhir menjadi milik Bontang. Mereka menjadi yang terbaik di bidang performa politik lokal untuk indikator partisipasi politik publik dengan Program Bontang Kota Hijau.

Pemkot Tarakan mengusung Program Olga Saputra yang berhasil menerima penghargaan dengan indikator kesinambungan politik publik. Di luar itu ada pula, penghargaan dengan parameter khusus. Pertama, indikator pengentasan kemiskinan menjadi milik Berau dengan Program UPTD Ke-5 di Indonesia dan Pertama di Kalimantan. Sementara itu, Kukar menjadi yang terbaik dalam indikator aktualisasi kekhasan daerah dengan Program Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) yang sudah mendunia.

Asisten Sekprov Kaltim Bidang Administrasi Umum Meiliana yang mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan, orang nomor satu di Benua Etam itu sangat mengapresiasi positif kepala daerah yang memacu semangat dan pengabdian untuk pembangunan daerah pada era otonomi daerah. Otonomi daerah bertujuan menggalang kerja sama pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi serta peningkatan kapasitas pelayanan. Dengan demikian, lanjutnya pelayanan menjadi sederhana dan cepat.

"Kebijakan diperlukan menghadapi kemajuan zaman. Terjadi banyak perubahan baik nasional maupun di daerah," ujarnya. Namun, tak menafikkan bahwa otonomi daerah yang sudah berusia 15 tahun masih menyisakan banyak masalah. Seperti, belum tuntasnya kemiskinan dan dana perimbangan yang belum sesuai harapan. Tak ayal, otonomi daerah yang berjalan sejauh ini hanya setengah hati.

Ibarat tikus yang diberi kebebasan, tapi ekornya masih ditangkap. Dia menuturkan, bagi daerah yang berhasil mengimplementasikan agar terus dijadikan pemicu semangat untuk terus membenahi dan menata daerahnya sehingga berjalan sukses.

Sekkot Tarakan Khaerul menuturkan, mengambil nama Olga Saputra (operasi lalu lintas gabungan pemeriksaan dan penertiban kendaraan) lantaran sudah mempelajari pada gelaran JPIP sebelumnya. Kata dia, harus ada program yang hebat dengan nama unik. "Ini juga merupakan usulan dari tim yang turut serta mempersiapkan program ini," kata dia.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengungkapkan, kian tahun tim JPIP makin kritis dalam menilai. Pemkot bersyukur malam penganugerahan diganjar grand parameter bidang pelayanan publik.

"Memang pelayanan publik kota ini dituntut semakin baik. Jumlah penduduk yang banyak dan perizinan dengan dunia usahanya," terang dia.

Lagi pula, sudah visi Samarinda menjadi kota jasa terdepan. Dengan demikian, pelayanan publik itu menjadi penting. Ke depan, prestasi yang telah diperoleh saat sekarang diupayakan terus dipertahankan dan dikembangkan.

"Ini tantangan bagi seluruh jajaran pemkot," kata Nusyirwan.

Sekkab Kukar Edi Damansyah juga mengucapkan syukur atas tiga award yang diborong. Kata dia, ini berkat kerja keras SKPD.

Menurut dia, tim JPIP sudah bekerja yang sangat baik sehingga memberikan dampak pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. "Mengenai nama unik, itu hasil kerja keras tim dan disinergikan dengan program yang digiatkan," tegas dia.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerangkan, JPIP award baik untuk kemajuan daerah. Soal Balikpapan dalam malam penganugerahan tidak menerima penghargaan, tentu baik bagi Kota Minyak untuk menjadi evaluasi.

"Setiap daerah punya terobosan yang berbeda," ujarnya. (*/hdd/ril/fel/k8)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*