MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 11 September 2015 21:19
Nikah Muda Picu Perceraian Terbanyak

Faktor Ekonomi Juga Pengaruhi Hubungan Rumah Tangga

IMRAN IBNU/BONTANG POST Anton Taufiq Hadiyanto

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BONTANG - Kasus perceraian di Kota Taman tak terlepas dari dua kasus populer. Yakni pernikahan di usia muda dan faktor ekonomi. Dua kasus tersebut, nyaris selalu ada dalam kasus perceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) kelas I Bontang.

Humas sekaligus hakim PA Bontang, Anton Taufiq Hadiyanto menjelaskan, fenomena tersebut dianggap sebagai kasus yang disebabkan belum matangnya remaja dalam memutuskan membangun hubungan rumah tangga.

“Penikahan usia dini hampir selalu ditemui dalam kasus selama ini. Karena kemungkinan, masih banyak yang menyepelekan dampak dari menikah usia dini,” jelas dia saat ditemui kemarin (10/9).

Dijelaskan, perkawinan menurut hukum Islam dianggap sah apabila dihubungkan dengan ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, tepatnya di pasal 2 ayat 2. Lalu, dipertegas dalam pasal 7 ayat 1 yang menyebutkan: “Pihak wanita hanya diijinkan menikah bila pihak pria telah mencapai usia 19 tahun dan wanita telah berusia 16 tahun.

Namun jika masih berusia di bawah ketentuan, pada pasal 7 ayat 2 menjelaskan perkawinan dapat disahkan dengan meminta dispensasi pada pengadilan atau pejabat yang diminta kedua orang tua pihak pria mau pun wanita.

“Karena tidak sedikit perkara yang diajukan karena pernikahan dini. Makanya, ketika ada kasus masuk, kami selalu memeriksa latar belakang kasusnya. Kalau disebabkan hal-hal urgen yang menuntut dilakukan pernikahan, maka bisa dilakukan. Tapi kalau tidak, disarankan tidak dilakukan,” kata dia.

Menurutnya, kasus perceraian di usia muda masif terjadi lantaran belum siap secara mental. Kata dia, kendati pun pihak pria misalnya, telah mapan secara materi, namun harus menikah lantaran harus menebus utang-piutang, maka dalam kasus itu kemungkinan besar ditolak. Karena pernikahan itu tak dilandasi ibadah dan semangat membangun rumah tangga yang harmonis.

Sebaliknya, kendati pernikahan diajukan tidak sesuai ketentuan seperti di bawah umur, maka masih bisa diupayakan. Asalkan, para saksi bisa melihat kedewasaan atau kesiapan kedua pasangan.

“Proses pemeriksaan itu bertujuan untuk memastikan, kesiapan kedua pasangan yang akan menikah, termasuk latar belakang pernikahan itu. Karena, hal itu demi menghindari kasus perceraian akibat pernikahan dini. Seperti yang pernah kami tangani, mereka menikah hanya dalam waktu sebulan, setelah itu bercerai,” ungkapnya.

Selain kasus menikah muda, perceraian yang mendominasi di PA Bontang dipicu faktor ekonomi. Namun bukan saja disebabkan ekonomi lemah, melainkan sebaliknya, perceraian akibat perekonomian berlebih. Sehingga, muncul kesan mengesampingkan hakikat pernikahan yang sejatinya. Yakni membangun keluarga bahagia berlandaskan rasa kasih sayang.

Dalam kasus yang ditemui, lanjut dia, berlebihnya perekonomian sebuah keluarga, justru memicu untuk mengukur segala hal dari materi. Bahkan, kasih sayang bagi anak dan keluarga, dianggap cukup dengan memberikan materi yang dibutuhkan.

“Padahal itu tidak benar. Dalam pernikahan, tidak semua bisa diukur dengan uang. Tapi, keluarga itu harus berlandaskan kasih sayang. Jadi cerai karena ekonomi, bukan saja karena lemah. Tapi justru berlebih,” tuturnya.

Ketika perekonomian berlebih, sambung dia, mulai muncul keinginan memiliki pasangan ilegal atau di luar pernikahan sah. “Karena merasa memiliki semua materi, akhirnya muncul yang namanya WIL (wanita idaman lain) atau PIL (pria idaman lain),” tukasnya.

Ketika kasus itu terjadi, maka secara perlahan mulai berkembang menjadi pertengkaran dan bermuara pada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sehingga berbuntut pada perceraian.

“Kalau sudah sampai pada perceraian, kan sungguh disayangkan. Tapi ketika jalan itu harus ditempuh, maka semua proses tentu harus dijalani,” katanya.

Dalam penyelesaian perkara, kata dia, umumnya berpatok pada surat edaran Mahkamah Agung (MA) 2/2014 yang menyebutkan: “Sejak diketok, membutuhkan waktu 5 bulan. Namun ketika menemui sebuah kasus tertentu, dan membutuhkan waktu lebih lama, maka bisa lantas melaporkan pada ketua pengadilan.

“Tapi secara umum, cepat atau tidaknya perkara diproses, tergantung keaktifan pihak yang berproses. Karena dalam beberapa kasus ada yang beranggapan, dengan tidak menghadiri persidangan, maka proses bisa berjalan cepat. Padahal itu belum tentu. Karena dalam prosesnya, ada faktor tertentu yang bisa mengubah anggapan itu,” tutupnya. (in)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*