MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 15 September 2015 20:16
‘Raja Jalanan’ Biang Kerok

Dituding Jadi Penyebab Kerusakan Jalan Kota

IMRAN IBNU/BONTANG POST DIKEBUT: Akses jalan ke Kelurahan Bontang Lestari ini terus dikebut pekerjaannya oleh kontraktor pelaksana demi mencapai target pelaksanaan pada November 2015.

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BONTANG - Akses jalan berbahan beton diklaim dapat bertahan cukup lama. Hal itu dapat terwujud saat tidak dilintasi kendaraan dengan bobot atau muatan di atas 30 ton. Kendaraan seperti ini biasanya masuk dalam kategori truk besar atau yang sering dijuluki “raja jalanan”.

Kendati demikian, jalanan di Bontang sepertinya tidak akan bertahan lama. Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengakuinya. Mereka menuding perusahaan pemilik kendaraan berat sebagai penyumbang kerusakan.

“Seperti Jalan Arief Rahman Hakim. Di sana kan baru selesai dibangun, tapi sudah ada yang retak. padahal belum setahun selesai dikerjakan. Salah satu penyebabnya, karena sering dilintasi kendaraan dengan berat di atas 30 ton,” jelas Hadi Nugraha, Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bontang ditemui kemarin (14/9).

Dia menjelaskan, dalam salah satu aturan menjelaskan, khusus jalan tipe 3B atau dalam kota, hanya bisa menahan beban berat maksimal 20 ton. Ketika prosedur itu dilanggar, maka secara otomatis akan mengurangi masa ketahanan akses jalan.

“Kalau jalan yang dikerjakan berbahan cor misalnya, maksimal bisa bertahan sekira lima tahun. Tapi kalau yang melintasi adalah kendaraan di atas 30 ton, jangan heran kalau cepat rusak,” ungkapnya.

Dicontohkan, salah satu perusahaan di Bontang, yang memiliki kendaraan berkapasitas lebih 30 ton. Kendaraan tersebut, kata dia, kerap melintasi akses Jalan Arief Rahman Hakim pada pagi hingga sore hari. Sekali melintas, bisa berderet hingga 18 kendaraan.

Hadi menerangkan, Dinas PU telah beberapa kali bersurat ke perusahaan terkait, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait yang menangani tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) agar tidak melanggar ketentuan batas minimal penggunaan jalan kota. Namun semua masih berjalan seperti biasa.

“Kami sudah bersurat ke perusahaan terkait. Termasuk ke instansi yang bertanggung jawab soal  LLAJ. Karena, semestinya ada rambu menyatakan batas maksimal kendaraan bisa melintas. Tapi sampai sekarang tidak ada,” ungkapnya.

Di sisi lain, dia mengakui, bahwa daya tahan tanah di Bontang cenderung lebih labil lantaran berasal dari rawa. Sehingga, ketika dipancang dengan baik, suatu saat akan kembali goyang dan membuat jalan retak. 

“Pekerjaan berbahan beton di Bontang itu, kita bisa targetkan bertahan lebih dari 5 tahun. Padahal sebenarnya bisa sampai 10 tahun. Tapi karena kontur tanah yang berasal dari rawa, jadi berkurang,” ujarnya.

Tahun ini, dia mengakui, Bidang Bina Marga menangani sebanyak 32 paket kegiatan besar. Sementara paket skala kecil di tingkat kecamatan dan kelurahan pun ada, yang terdiri atas pembangunan jalan dan jembatan.

Dia mencontohkan, pembuatan box culvert di kilometer 6 Bontang, penurapan pada dua titik longsor di Bontang Lestari hingga beberapa titik lain.

“Kalau pembuatan box di kilometer 6 depan terminal itu, ada dua titik nanti. Nilai anggarannya sekitar Rp 2 miliar lebih dari APBD. Sementara proyek penurapan di Bontang Lestari, juga dari APBD. Nilainya juga miliaran. Intinya, proyek itu ditarget selesai November 2015 nanti,” tutupnya. (in)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*