MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 15 September 2015 20:19
Kesengsem Nanoteknologi, Borong Dua Medali di Tiongkok

Dwi Pujiana, Mahasiswi Asal Bontang dengan Prestasi Gemilang

Dokumentasi Pribadi PUTRI BONTANG: Dwi Pujiana menerima silver special award dari Presiden Korea University Invention Association. Tampak Dwi menunjukkan penghargaan yang diperolehnya.

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">Nama Bontang kian berkibar di kancah internasional. Kali ini, lewat salah seorang mahasiswinya yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Dwi Pujiana namanya. Pada 26-29 Juni 2014 lalu, dara yang tergabung dalam Brawijaya Nano Club (BNC) Unitas Riset Karya Ilmiah Mahasiswa (R-KIM) itu berhasil meraih prestasi gemilang di ajang Macau International Innovation & Invention Expo (MIIIE), yang digeber di Macau, Tiongkok.

MIIIE merupakan acara yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memamerkan inovasi dan penemuan yang mereka hasilkan. Acara ini juga mengundang para investor besar yang menguasai beberapa saham di negara-negara Asia. Sehingga, peserta dapat mempromosikan langsung produk yang mereka miliki kepada para investor agar produk yang dihasilkan dapat dikembangkan dan diperjualbelikan. Bertempat di Macau Fisherman Wharf, event ini diikuti oleh 31 inventor dari enam negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Tiongkok.

Di ajang ini, Dwi Pujiana menyabet dua medali silver dengan judul inovasinya, “Nanotechfreshap: Sistem Penyerap Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) pada Kandang Ayam Berbasis Nanoteknologi sebagai Solusi Eco Green Technology”. Satu medali diperoleh dari Macau Innovation and Invention Association dan satu medali silver special award dari Korea Invention News (Kinews).

Pengin tahu lebih jelasnya mengenai Dwi, berikut petikan wawancaranya.

Bontang Post (BP): Bisa tolong ceritakan riwayat singkat kamu, siapa nama lengkap kamu, tempat tanggal lahir, nama kedua orang tua, anak ke berapa dari berapa saudara, latar belakang pendidikan SMA dan kuliah? Alamat di Bontang, dan apa cita-cita kamu.

Dwi Pujiana (DP): Namaku Dwi Pujiana, lahir di Muara Badak 15 Februari 1993. Ayahku bernama Wakhid dan ibuku bernama Sri Purwaningsih. Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara dan merupakan anak perempuan satu-satunya dari ayah dan ibu. Alhamdulillah tahun 2008 yang lalu diterima di SMAN 1 Bontang dan pada 2011 dinyatakan lulus dengan nilai yang memuaskan. Alhamdulillah lagi, tahun 2011 dinyatakan lolos SNMPTN undangan di University Of Brawijaya, Faculty Of Agricultural Technology, and my majors is Agroindustrial Technology. Ada cerita di balik pilihan ini. Banyak yang meremehkan, tapi “i believe” Tuhan telah mempersiakan sesuatu yang indah di sana.

Percaya diri, teguh, semangat dan optimistis. Keluarlah dari zona aman maka betapa proses itu akan sangat mengenang dan menjadi sebuah pembelajaran dan pengalaman yang sangat berharga dan tak ternilai harganya yang bisa dibagi kepada siapaun suatu saat nanti.

Cita-citaku dulu ingin menjadi seorang guru dan seorang dokter. Namun ternyata Allah telah menunjukkan jalan yang berbeda, tentunya pilihan yang sekarang ini adalah pilihan yang terbaik. Biarlah orang lain berkata apa, tapi saya akan mennjukkan bahwa saya bisa.

BP: Bisa dijelaskan prestasi yang kamu raih di Macau soal teknologi nano itu? Itu prestasi bidang apa, seperti apa?

DP: Ada beberapa kategori yang kita pilih dalam kompetisi tersebut di antaranya adalah machinery/metal, electricity/electronic, engineering/construction, biotechnology & health, environmental technology, social science and humanistic, personal care products. Inovasi yang saya ciptakan lebih kepada environmental technology. Pada inovasi ini diterapkan teknologi nano. Apa sih teknologi nano itu? Sedikit berbagi terkait apa itu teknologi nano alias nanoteknologi.

Istilah nanoteknologi akhir-akhir ini banyak terdengar dikalangan peneliti di negara-negara maju di dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Kanada, dan negara-negara Eropa, serta beberapa negara Asia, seperti Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan (Korsel) tengah giat-giatnya mengembangkan suatu cabang baru teknologi yang populer yaitu nanoteknologi. Tidak hanya dikalangan peneliti lo, iklan-iklan televisi juga sudah mulai mengenalkan produk nano. Ada Oli Fastron Nano Guard, yakni pelumas yang mengandung aditif khusus bernama Nano Guard. Ukurannya lebih kecil dari molekul sehingga mampu menembus celah sempit terdalam pada mesin.

Ada pasta gigi Systema Nano, yakni pasta gigi pertama di Indonesia dengan teknologi Nano Calcium yang mampu menutup lubang nano superkecil pada gigi. Kemudian ada TOA Nano Shield, sebuah cat tembok dengan kelebihan air, minyak dan kotoran lainnya tidak menempel. Ada juga sikat gigi Nano Charcoal, sikat gigi pertama di Indonesia dengan bulu nano charcoal mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan masih banyak lagi.

Begitu banyak peneliti di berbagai negara berlomba-lomba memasuki bidang yang satu ini, salah satunya di Indonesia. Mungkin kita sudah tertinggal jauh dengan negara lain. Oleh karena itu saya terjun untuk menekuni bidang tersebut yaitu nanoteknologi. Awal saya bisa terjun ke dunia nanoteknologi yaitu karena saya bergabung dengan salah satu organisasi kampus Brawijaya Nano Club (BNC) Unitas Riset Karya Ilmiah Mahasiswa (R-KIM) Universitas Brawijaya dan akhirnya saya tergila-gila dengan teknologi nano.

Pada tahun 2012-2013 saya menjabat sebagai ketua Divisi Project BNC dan 2013-2014 sebagai Manajer RnD BNC dan pada tahun 2014, Alhamdulillah diberi amanah untuk menjadi koordinator III wilayah Jawa Timur (Jatim) pada sebuah organisasi Indonesia yaitu Nano World Indonesia (NWI).

BP: Bisa diceritakan bagaimana awalnya kamu bisa meraih prestasi tersebut? Bagaimana ceritanya kamu mewakili Indonesia dalam ajang ini?

DP: Saya tergabung dalam sebuah organisasi sains di kampus, dan pada saat itu ada info terkait kompetisi tersebut. Kemudian saya googling dan ternyata kompetisi tersebut sudah ada sejak tahun 2010. Kemudian saya lihat persyaratan kompetisi tersebut, nah tema yang ada pas banget sama inovasi yang aku punya. Langsung deh kirim paper-nya.

Satu bulan kemudian menunggu hasil dan enggak disangka pas lagi buka yahoo, ada email yang masuk dan ternyata email dari panitia MIIIE. Hanya ada tiga perwakilan Indonesia yang lolos pada kompetisi tersebut.

BP: Bisa dijelaskan secara singkat ajang apa ini? Jenjangnya seperti apa?

DP: Ini adalah sebuah ajang kompetisi para peneliti

BP: Berapa hari kamu mengikuti kompetisi ini? Kapan waktu kompetisi ini diselenggarakan?

DP: Satu minggu dengan berbagai rangkaian acara. registrasi, presentasi, seminar, ekspo, dan awarding. Kompetisi ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014.

BP: Siapa saja dan dari negara mana saja peserta yang kamu hadapi dalam kompetisi ini? Ada berapa peserta?

DP: Acara Macau International and Innovation Invention Expo dilaksanakan selama empat hari, 26-29 Juni 2014 bertempat di Macau Fisherman Wharf dan diikuti oleh 31 tim dari enam negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Taiwan, Korea, Hong Kong, dan Macau (Tiongkok). Kompetisi ini diikuti oleh para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan juga pelajar.

BP: Untuk lokasi-lokasi kompetisi ini di Macau di mana saja?

DP: Lokasi kompetisi diadakan di Macau Fisherman’s Wharf Convention and Exhibition Centre.

BP: Apa penemuan atau hasil karya kamu yang membuat kamu menang dalam kompetisi ini? Bisa dijelaskan?

DP: Karya ini mampu menjadi problem solving untuk permasalahan yang ada di Indonesia tentunya. Sesuai dengan bidang atau tema yang saya pilih yaitu environmental technology, dengan judul karya: “NanoTF: : Ammonia (NH3) and Hydrogen Sulfide (H2S) Adsorbent System on Poultry Cage Based-Nanotechnology as Solution Towards Eco Green Technology”, (Bahasa Indonesianya: “Nanotechfreshap: Sistem Penyerap Amoniak (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) pada Kandang Ayam Berbasis Nanoteknologi sebagai Solusi Eco Green Technology”), di mana karya ini dapat membantu para peternak dalam mengurangi gas Amoniak dan Hidrogen Sulfida pada kandang unggas.

Pada kandang unggas setiap harinya akan mengeluarkan gas Amoniak dan Hidrogen Sulfida serta polutan yang lain, yang berasal dari kotoran yang dihasilkan oleh unggas tersebut. Hal ini tentunya akan mengakibatkan kerugian pada para peternak dan lingkungan sekitar.

Untuk para peternak akan mengalami kerugian dengan menurunnya produksi atau jumlah karkas pada kandang, karena Hidrogen Sulfida yang ditimbulkan pada kandang unggas dapat menyebabkan unggas stres, hilang nafsu makan, sakit, dan berakibat kematian.

Penyakit yang timbul adalah CRD (Chronic Respiratory Disease). Selain akan berdampak pada peternak, pengelolaan kotoran unggas yang buruk akan menyebabkan semakin tingginya angka penyebaran penyakit di lingkungan masyarakat sekitar kandang seperti penyakit kulit, saluran pernapasan, dan penyakit saluran pencernaan.

Maka itulah muncul ide atau sebuah solusi untuk membantu para peternak unggas, apalagi kita tahu bahwa sebagian besar penduduk di Indonesia khususnya, Jawa bermata pencaharian sebagai peternak.

Bisa menang? Dalam setiap kompetisi tak pernah terbesit harus menang. Lolos saja sudah Alhamdulillah, berarti perjuangan harus tetap dilanjutkan.

Percaya diri, optimistis, dan semangat adalah kunci utama. Rasanya bangga ketika sebuah karya bisa bermanfaat untuk masyarakat.

We must have good public speaking, how to make people interest with us. Ketika kompetisi pun tidak hanya mengandalkan bicara saja, tapi proof it. Alhamdulillah, alat ini sudah dimiliki oleh beberapa peternak di daerah Malang. Alat ini juga sudah uji laboratorium dan hak paten. Percayalah jika kita punya impian, insya Allah jika kita mau action, berdiri dan maju, mau bersusah-susah dulu, pasti akan ada jalan, maka semua sudah diatur sesuai rencana-Nya kawan.

BP: Bagaimana perasaan kamu bisa mewakili Indonesia dalam kompetisi ini? Sempat gugup kah? Apa ada perasaan minder?

DP: Alhamdulillah, sujud syukur. Senang pasti. Rasa syukur yang teramat. Tidak, sama sekali tidak gugup. Minder? Juga tidak. Menikmati prosesnya itu asyik. Karena saya percaya tak ada usaha yang sia-sia. Minta doa restu ayah-ibu, dan terus berdoa kepada Sang Pencipta. Selalu rendah hati. Terus belajar dan tak kenal lelah, harus memanfaatkan waktu dengan baik.

Ketika memasuki dunia kampus, kita dihadapi banyak pilihan. Ketika pilihan itu datang, saya ingat bekal yang saya bawa sebelum saya berangkat untuk berjuang menjadi mahasiswa, wajah kedua orang tua, perjuangan mereka yang luar biasa. Ingin menjadi mahasiswa yang seperti apakah kita? Itu pilihan kawan, dan inilah yang saya pilih.

BP: Kompetisi yang kamu ikuti ini untuk perorangan atau kelompok?

DP: Kompetisi ini bisa diikuti perorangan dan bisa juga diikuti kelompok atau tim.

BP: Bagaimana perasaannya begitu terpilih menjadi juara? Sempat nyangka bakal dapat award enggak?

DP: Awalnya enggak nyangka dapat juara atau medali. Tetapi ternyata masih diberi kesempatan untuk meraih juara. Terima kasih kepada dosen yang telah membimbing dan support, teman-teman yang sudah dukung dan mendoakan, dan terima kasih kepada kepada kedua orang tua yang yang selalu mendukung dan men-support serta mendoakan yang terbaik.

BP: Bagaimana perasaan keluarga atau teman-teman kamu ketika kamu meraih penghargaan?

DP: Hmm, perasaan mereka terharu, pasti senang. Saya bersyukur bertemu dengan teman yang sangat baik dan mendukung saya. Mereka juga turut membantu dalam keberhasilan yang saya raih. Menerima pujian dan penghargaan di universitas dan di fakultas, namun hal ini membuat saya terus semangat berkarya dan terus belajar.

BP: Apa latar pendidikan kamu yang membuat kamu bisa mengikuti turnamen ini?

DP: Saya mahasiswa yang sedang menempuh sarjana di faculty of Agroindustrial Technology, Universitas Brawijaya.

BP: Apakah ini kompetisi pertama yang kamu ikuti? Atau sebelumnya pernah mengikuti kompetisi serupa?

DP: Ini adalah kompetisi yang pertama di internasional, namun ini bukan yang pertama bagi saya di nasional. Ini adalah kompetisi yang kesekian kalinya.

Ini semua diawali pada bulan April 2013, yakni di UNS “Bioteknologi Untuk Kehidupan”. Judul karyaku: “Efektifitas Penambahan Biotin Pada Pseudomonas sp Sebagai Regulator Degradasi Polystyrene”.

Masih jadi finalis dalam 15 besar peserta. Tak ingin menyia-nyiakan waktu, dari Solo langsung menuju ke Yogyakarta untuk menjadi delegasi dari Brawijaya mengikuti seminar Nanoteknologi di Universitas Gajah Mada.

Kompetisi berikutnya, bulan Mei 2013 di Universitas Widya Katolik Widya Mandala dalam ajang National Food Technolgy Competition, dan meraih juara II. Kemudian meraih juara III di Universitas Negeri Malang 2013, juara harapan II di Universitas Airlangga pada tahun 2013, dan mengikuti event di Institute Teknologi Sepuluh November pada tahun 2014 dan IKIP PGRI Madiun tahun 2014.

And finally, silver medal dan special award yang langsung diberikan oleh president Korea University Invention Association.

BP: Setelah memenangkan kompetisi ini, apa harapan kamu berikutnya?

DP: Harapan saya semoga Indonesia bisa terus maju menciptakan karya dan inovasi terbaiknya untuk bangsa, jangan pernah menyerah dalam meraih mimpi karena di setiap mimpi kita ada sebuah harapan dan doa. Untuk saya sendiri, saya masih harus banyak belajar dan akan tetap terus berkarya, menjadi bermanfaat bagi orang lain, bangsa dan negara.

Kita harus banyak belajar dari negara lain, bukan berarti kita tidak bangga dengan negara kita, tapi mari kita belajar dari negara lain untuk mengembangkan dan terus memperbaiki negara kita Indonesia, kita bawa pulang bekal kita ke Indonesia untuk Indonesia yang lebih maju. Kemudian mencari link itu juga penting, tidak hanya diluar negeri, didalam negeri pun juga.

BP: Apa ada pengalaman menarik sewaktu mengikuti kompetisi ini? Suka dukanya seperti apa?

DP: Pengalaman menarik adalah mengenal negara satu dengan negara lain, mahasiswa dari penjuru negara. Budaya setiap negara dan masih banyak lagi. Di sana juga sempat bertemu dengan orang-orang TKI indonesia. Bertemu dengan sesama kewarganegaraan di negara orang lain itu rasanya sesuatu.

Silaturahmi dan rasa kekeluargaan tiba-tiba muncul, senang dan campur aduk dah. Padahal kita tidak saling mengenal.

Dukanya waktu itu adalah koper saya tidak muncul pada saat pengambilan barang-barang bagasi di bandara. Sedih rasanya, baju dan semua kebutuhan sehari-hari ada di dalamnya. Untunglah pihak bandara sigap, walaupun koper saya diketemukan pada saat saya akan kembali ke Indonesia. Bisa dibayangkan kan. (gun)


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*