MANAGED BY:
KAMIS
14 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 15 September 2015 20:26
Hati-Hati, di Bontang Ditemukan Sapi Terjangkit Cacing Hati

Langsung Dikandangkan, Pemerintah Jamin Kesehatan Hewan Kurban

ilustrasi

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BONTANG - Sebanyak tiga ekor sapi di Bontang diketahui terjangkit penyakit cacing hati atau fasciolasis. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh cacing jenis Fasciola gigantica atau Fasciola hepatica, dan menyerang ternak sapi potong berbagai umur. Kendati demikian, tiga ekor sapi itu telah dikandangkan oleh Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (DPKP).

Sebagai informasi, sapi yang terjangkit penyakit itu sebaiknya tidak dikonsumsi karena tidak baik untuk kesehatan. Meskipun pada dasarnya cacing hati tersebut akan mati ketika daging dimasak dalam suhu 70 derajat celcius. Namun, efek yang ditimbulkan bagi yang mengonsumsi hati yang terkena cacing hati adalah mual bahkan muntah-muntah.

Kepala DPKP, Aji Erlynawati mengatakan, pihaknya berupaya memberikan jaminan kesehatan bagi hewan ternak yang akan dikurbankan pada Iduladha. Makanya, pengecekan kualitas hewan ternak yang masuk ke Bontang terus dilakukan. Jika terbukti sakit, maka hewan akan langsung ditarik dari pasar dan dikandangkan.

“Pengecekan kualitas sapi dan kambing terus dilakukan. Khususnya kesehatan hewan kurban. Karena hewan-hewan itu nantinya akan disalurkan ke warga Bontang dalam momentum Lebaran,” jelas Aji, Senin (14/9) kemarin.

Katanya, proses pengecekan kesehatan ternak dilakukan pada Rabu (9/9) lalu. Saat itu terdapat setidaknya 530 sapi dan 171 kambing yang dinyatakan sehat. Namun, dalam momentum yang sama, tim pemantau juga menemukan hewan kurban yang dinyatakan sakit sebanyak dua kasus. Selain tiga ekor sapi yang terkena cacing hati, pihaknya juga menemukan satu ekor sapi yang diduga terkena penyakit kulitas alias scabies. Biasanya, penyakit ini disebabkan oleh tungau (mite) atau dalam bahasa latinnya Sarcoptes scabiei.

“Kalau sudah seperti itu, otomatis tim tidak akan memberikan label sehat. Khususnya dokter hewan yang memiliki kewenangan mengeluarkan keterangan sehat,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Peternakan DPKP Bontang, Amran menambahkan, proses pengecekan kesehatan akan terus dilakukan hingga sehari sebelum Iduladha pada 10 Zulhijah 1436 H nanti.  Pengecekan pun digelar mulai Senin (7/9) lalu.

Dari hasil tes kesehatan oleh ketiga dokter hewan, di hari pertama dan kedua tidak terdapat hewan kurban yang sakit. Sehingga semua yang dinyatakan layak konsumsi akan diberi label sehat yang dipasang di hewan atau kandangnya.

Amran menyebutkan, jika petugas lapangan telah diturunkan beserta tiga dokter hewan dan paramedis peternakan untuk mengecek kondisi hewan kurban yang dijajakan. Titik pantau pun di semua titik yang terdapat penjual hewan kurban. Hanya saja, yang paling banyak terdapat di sepanjang Jalan Cipto Mangunkusumo (eks Jalan Pupuk Raya) dan Jalan KS Tubun.

“Kami akan memantau semua penjual hewan kurban, bahkan hingga H-1,” Jelas Amran dia.

Dirincikan, Senin lalu tim pemantau hewan kurban memang sudah turun, sehingga di hari Selasa sudah ada 464 sapi kurban dan 29 kambing yang sudah dites kesehatannya. Semua dinyatakan sehat dan layak konsumsi, sehingga label pun dipasangkan di setiap hewan kurban, atau di kandang untuk kambing. Sebab, satu kandang kambing diisi oleh beberapa ekor, sehingga label ditempel di kandang.

“Label yang dipasang pun, dengan disertai keterangan sehat dan tanda tangan dokter hewan, sehingga hewan tersebut aman untuk dijadikan hewan kurban,” ujarnya.

Namun khusus hewan yang dinyatakan sakit, maka akan langsung ditarik dari pasar penjualan dan dikandangkan untuk menjalani proses pengobatan. “Kasus tersebut baru ditemukan di hari Rabu dan kami minta agar sapi tersebut ditarik dari pasar penjualan dan dikandangkan kembali untuk diobati,” ungkapnya.

Pemeriksaan, kata Amran, dilakukan secara visual (untemortem). Sapi yang mendominasi didatangkan dari Sulawesi, NTT, dan NTB. Jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring semakin dekatnya Iduladha.

Amran mengimbau agar calon pembeli untuk selektif dengan melihat label pada hewan kurban yang dijual. “Intinya kami tekankan, warga Bontang membeli hewan kurban yang telah dilegalisasi petugas. Ketika tidak, dampaknya akan dirasakan sendiri,” tutupnya. (in)

 

HEWAN LAYAK KONSUMSI 2015

HARI              SAPI               KAMBING                SAKIT                       

Selasa (8/9)      464                  29                                -

Rabu   (9/9)     530                  171                              4 sapi

TOTAL              994                  200                              4

Sumber: DPKP Bontang

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*