MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 02 September 2015 01:43
Juri Acungi Jempol, Bontang Panen Gelar

Yang Tersisa dari Vista Karsa 2015, Festival Film Terbesar di Kaltim (1)

IST ABADIKAN: Penggagas sekaligus Panitia Visa Karsa 2015 mengabadikan moment bersama juri pusat.

PROKAL.CO,

Vista Karsa 2015 (VK15) merupakan sebuah festival yang digaungkan untuk para movie maker sejak 2013 lalu. Tahun ini, ajang bergengsi tahunan itu baru saja bergema di Kota Taman. Puncaknya, saat malam penghargaan senias muda tingkat SMP-SMA/SMK se-Kaltim di Hotel Oak Tree, Sabtu (29/8) lalu.

PRETTY, Bontang

Digagas atas dukungan Pemkot Bontang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), berkerja sama dengan Komunitas Film Maker Bontang, tahun ini nominasi yang diperebutkan insan perfilman muda se-Kaltim terdiri atas beberapa kategori. Antara lain film terbaik, penyutradaraan terbaik, penulis skenario terbaik, aktris terbaik, dan aktor terbaik. 

Persaingan berlangsung kompetitif dan diikuti oleh para pelajar pembuat film asal Bontang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Samarinda, hingga Balikpapan.

Penjurian diseleksi secara bertahap. Mulanya, 48 film mengikuti penyeleksian oleh juri kompeten perfilman Kaltim. Kemudian, tersaring 10 film terbaik untuk kemudian dinilai dan diputuskan oleh tiga juri pusat, yakni Wulan Guritno, Vino G Bastian, serta sutradara ternama Robby Ertanto.

Fadhil KJ, penggagas VK15 sekaligus ketua Komunitas Film Maker Bontang mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, mengambil tema  Shoot, Wrap, and Frame Your Nation atau “ke-Indonesia-nitasan”, persyaratan film lebih kompleks. Yakni, harus dibuat oleh kalangan pelajar, serta harus masuk produksi teranyar. Paling lama diproduksi akhir 2014 lalu dalam kisaran durasi 5-20 menit.

“Kalau salah satu pembuatnya sudah lulus SMA dan baru kuliah, tidak bisa ikut. Produksinya juga harus segar, minimal buatan tahun 2014. Itu yang membedakan VK13 lalu, di mana semua film boleh ikut lomba, meskipun dibuat 5-6 tahun lalu,” bebernya, Senin (31/8) kemarin.

Tujuan dari awarding Vista Karsa, terangnya, untuk menggali potensi dan bibit pecinta film agar nantinya dunia perfilman Indonesia, bahkan dunia berada di tangan-tangan pemuda asal Kota Taman.

“Jadi, anak Bontang ikut andil dalam penciptaan film. Baik dari segi ide, teknis, maupun pelaku,” jelasnya.

Dia pun salut dengan para kompetitor VK15 tahun ini. Karena, seluruh movie maker berhasil merebut perhatian para juri pusat. Khususnya, dalam hal teknis pembuatan yang berhasil digarap dengan apik, tanpa menimbulkan kesan bosan.

Sebaliknya, para juri justru ingin terus menyaksikan 10 film buatan pelajar se-Kaltim tersebut, serta mengaplikasikan teknik mereka.

“Juri pusat tidak menduga kalau anak Kaltim punya bakat di bidang cinematography. Tahun 2013 lalu juri ada yang mengantuk, ini malah ingin menyaksikan ulang. Segi teknik, menurut mereka (juri pusat, Red.) menarik. Ada teknik baru dalam perfilman dan (mereka) ingin melihat caranya, serta mempraktikkan teknik tersebut. Masih pelajar, tapi skill seperti anak IKJ (Institut Kesenian Jakarta),” serunya membeberkan penilaian juri pusat.

Khusus Bontang, melalui film berjudul “Jejak Kaki dari Pulau Kecil garapan siswa-siswi SMA YPK, berhasil menyabet piala juara II VK15 untuk nominasi film terbaik.  Pun, sutradara film tersebut, Aditya Ramadhan menyabet juara III untuk nominasi penyutradaraan terbaik VK15. Penulis skenario terbaik juga disabet nominator Bontang, yakni Auvi dari SMA YPK. Terakhir, aktor muda Ihsan memperoleh juara II dalam nominasi aktor terbaik VK15. (*)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers