MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 21 September 2015 20:53
Indominco Bantah Telah Gusur Sungai Santan

Nasution Sebut Usik Masyarakat, Justru Akan Dilakukan Normalisasi

HERDI JAFFAR: BONTANG POST

PROKAL.CO,

BONTANG - Vice President PT Indominco Mandiri, M Nasution membantah tudingan dari sejumlah pihak terkait persoalan pengalihan Sungai Santan yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Menurutnya, sejumlah komentar yang bersilewaran tidak benar dan justru membuat masyarakat resah.

Dia menganggap, ribut-ribut persoalan pengalihan sungai tersebut karena munculnya komentar dari beberapa pihak yang tidak paham mengenai duduk persoalan.

“Yang berkomentar di koran itu cuma orang luar, yang hanya mengatasnamakan masyarakat tapi tidak paham duduk persoalan. Mereka hanya memahami setengah-setengah. Ini yang membuat masyarakat menjadi terusik. Padahal selama ini masyarakat adem ayem saja,” tegas Nasution saat ditemui bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Santan Tengah, Santan Ulu, dan Santan Ilir.

Nasution mengakui, saat ini Indominco tengah melakukan pengajuan pembaruan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Menurutnya, dalam pembaruan Amdal tersebut tak ada yang istimewa, termasuk soal pengalihan sungai yang saat ini diributkan. Di sisi lain, rencana pengalihan itu memang tertuang dalam pembaruan Amdal,  namun rencana pengalihan juga tertuang di dalam Amdal Indominco yang didapat sejak 2005 silam.

“Pembaruan  Amdal itu diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Rencana pengalihan sungai ini belum tentu juga dilakukan perusahaan. Buktinya, sudah masuk di dalam Amdal 2005 lalu, tapi sampai sekarang tidak dikerjakan,” ungkapnya.

Hal terpenting, kata Nasution, selama ini terjadi salah persepesi terkait istilah pengalihan sungai itu. Isu yang berkembang, Indominco akan memindahkan Sungai Santan. Padahal, yang dimaksud pengalihan sungai itu adalah melakukan normalisasi, sehingga fungsi sungai berjalan maksimal.

“Misalnya yang dangkal kami keruk, yang berbelok-belok diluruskan, yang sempit dilebarkan. Tujuannya untuk mempercepat aliran air, bukan memindahkan yang hulu ke hilir atau sebaliknya. Indominco tidak akan pernah melakukan itu,” ujarnya.

Dia juga mengomentari rencana pengalihan sungai itu dilakukan untuk menambang di kawasan sungai. Menurunya, pernyataan ini tidak realistis. Pasalnya, menambang di kawasan sungai membutuhkan anggaran lebih besar, sementara masih banyak lahan Indominco yang bisa digarap di daratan.

“Ngapain kita mau tambang di bawah sungai, cost-nya jauh lebih besar. Selain itu, kawasan sungai yang masuk dalam daftar rencana pengalihan itu hanya mencapai 6,8 kilometer atau sekitar 5 persen dari panjang keseluruhan sungai yang lebih dari 100 kilometer. Lokasinya juga cukup jauh, sekitar 37 kilometer dari Santan Ulu,” terangnya.

Melalui penjelasan ini, dia berharap agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang tidak benar. “Intinya kami sudah komunikasikan dengan masyarakat di tiga desa ini, mereka tidak mempermasalahkan, hanya mereka merasa terusik karena isu-isu ini,” ujar Nasution. 

Di tempat yang sama Kades Santan Tengah, M Subhan mengatakan, selama ini warganya memang sangat resah terhadap isu pengalihan sungai tersebut. Apalagi disebutkan bahwa buaya-buaya akan naik ke daratan.

“Isu ini sangat meresahkan, padahal sebenarnya tidak terjadi persoalan apa-apa. Sebab itu kami meminta agar yang berkomentar tidak membuat masyarakat resah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Zulkifli salah seorang tokoh masyarakat setempat. Dia justru menuding bahwa yang berkomentar di koran dan menebar isu soal pengalihan sungai hanya ingin numpang tenar.

“Kami rasa itu hanya cari sensasi, dari yang disampaikan pihak Indominco justru kami berharap agar pengalihan sungai itu dilakukan, supaya arus air semakin cepat. Kami dari tiga desa di Santan justru tidak pernah menolak,” ujarnya yang diamini tokoh masyarakat lainnya.

Diwartakan sebelumnya, aktivitas tambang batu bara di Kaltim diklaim tak hanya menggusur persawahan. Di Kecamatan Marangkayu, Indominco dikabarkan akan memindahkan Sungai Santan untuk mendukung peningkatan hasil produksi perusahaan tersebut.

Kepada Kaltim Post (induk Bontang Post), seorang tokoh masyarakat setempat bernama Hudriansyah mengatakan, saat ini perusahaan yang memiliki izin hingga tahun 2025 itu, tinggal menunggu izin Amdal dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Namun anehnya, meski KLH belum mengeluarkan izin Amdal, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim justru sudah mengeluarkan izin teknisnya.

Indominco sendiri sudah beberapa kali melakukan peningkatan produksi. Pada 1996 memproduksi 3,5 juta metrik ton (MT) per tahun, kemudian 2001 mencapai 16 juta MT per tahun dan pada 2018 diperkirakan hingga 20 juta MT per tahun.

Saat ini Indominco memiliki luas area pertambangan sekitar 25 ribu hektare. Sebagian konsesi juga masuk wilayah Bontang. Peningkatan produksi ini disebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kaltim. (hd)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers