MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Kamis, 16 Juni 2016 01:28
Bekicot, Penyiram Tanaman Otomatis

Ingin Jadi Pioner ‘Mahasiswa Peduli Masyarakat Lewat Teknologi dan Elektronika’

FOTO : Muhammad Ridwan Suswadi Mahasiswa Teknik Elektro Semester 4 Stitek Bontang (PRETTY/BONTANG POST)

PROKAL.CO, “Mahasiswa jangan mencari ilmu di dalam kampus saja. Tetapi juga keluar kampus. Justru ilmu melimpah sebenarnya ketika melangkah di luar kampus. Karena itulah dunia luas sebenarnya. Serta sebaikanya mahasiswa juga bisa menciptakan alat untuk bisa membantu masyarakat,” 

Ingin menjadi pioner diantara teman-teman kampus, itulah hal yang melatar belakangi Muhammad Ridwan Suswadi atau karib disapa Ridwan melakukan penemuan. Terilhami juga dengan media koran Balikpapan, memberitakan seorang dosen yang membuat sebuah teknologi pendeteksi cuaca. Ridwan berpikir, kenapa dia tidak ikut serta menciptakan sesuatu. Sehingga dapat mengharumkan nama almamater biru Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang

“Kalau di Balikpapan dosennya. Nah saya sebagai mahasiswa terpanggil menemukan alat lewat bidang keilmuan saya supaya bisa mengharumkan nama kampus,” papar Mahasiswa Teknik Elektro Semester 4, Rabu (15/6).

Akhirnya, dia membuat sebuah alat dinamai Bekicot, kepanjangan dari Bercocok Tanam Secara Otomatis Berbasis Internet. Dalam alat itu terdapat dua sensor yang bisa mendeteksi keperluan tanaman. Yakni mengukur kelembapan tanah tanaman. Serta mengukur kelembapan udara serta temperatur udara lingkungan sekitar tanaman. Menariknya, penggunaan alat ini berbasis internet. Dengan website ubidots, sehingga saat mengaksesnya pengguna langsung bisa mengecek tanaman dimanapun dan kapanpun.

“Intinya adalah input, processing, dan out put. Dari lempengan sensor akan dikirim signal ke mikro controller dan dibawa ke internet untuk menghasilkan output. Yakni berupa pompa air yang mengaliri air. Agar pompa tidak mengalir terus maka kita sambungkan ke realey sebagai pengganti saklar. Sehingga aliran air yang terpompa itu sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tidak kurang dan tidak lebih,” terang pria kelahiran Pare-pare 6 Agustus 1995 ini, menjelaskan proses penggunaan alat tersebut.

Ridwan mengulangi lagi, sensor Bekicot berupa lempeng sebanyak dua buah. Satu sensor ditanamkan ke tanah pada tanaman. Saat tanah mengering, maka air secara otomatis mengaliri tanah tersebut. Hingga kadar tanah menjadi lembab di angka 25 sampai 75 lagi. Alat tersebut dihubungkan langsung dengan tangki/tandon berisi air. Adanya relay driver, berfungsi sebagai kran pembuka dan penutup tangki otomatis. Bergantung dengan mikro controller, satu sensor mampu mendeteksi hingga 50 tanaman.

“Saat tandon atau tangki berisi air sudah dihubungkan maka otomatis akan mengaliri tanaman sesuai kebutuhannya. Saat sensor menyatakan kadar air pada tanah kurang dari 25 persen dan air dari tangki tidak mengalir, maka airnya habis dan harus kita isi air lagi,” sambungnya.

Ridwan lalu membawa alat tersebut mengikuti lomba setingkat Provinsi Kalimantan Timur, dan mendapat kemenangan posisi juara 5 Teknologi Tepat Guna (TTG). Putra kelima dari pasangan Suadi Saad dan Erni Tire ini mengaku, proses perakitan Bekicot tidak sukar. Hanya saja, alat-alat harus didatangkan dari luar Kota Taman.

“Kesulitannya yaitu mendapatkan alat-alat ini saja. Misalnya Arduino Uno (controler) harus memesan di luar Bontang. Termasuk power supply saya dapat dari kawan saya,” tekan penggila futsal itu.

Ridwan mengaku, pengetahuan dari Kampus dia peroleh hanya 10 persen saja. Sisanya, bermodal kemauan untuk menciptakan alat dan meminta bimbingan relasi. Yakni salahsatu teman main futsal  yang kebetulan terbilang cedas.

“Saya ingin mengubah mindset mahasiswa. Jangan mencari ilmu di dalam kampus saja. Tetapi juga keluar kampus. Justru ilmu melimpah sebenarnya ketika melangkah di luar kampus. Karena itulah dunia luas sebenarnya. Serta sebaikanya mahasiswa juga bisa menciptakan alat untuk bisa membantu masyarakat,” tutup alumni SMA 3 Bontang ini. (pre/kr)


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 21:03

Dualisme KNPI Ancam Anggaran

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dualisme kepemimpinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers