MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 23 September 2015 20:05
Daya Saing di Bontang Tertinggi di Kalimantan
BERSAING: Isro Umarghani saat berdialog dengan RTS PM beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,

BONTANG - Kota Bontang menempati posisi tertinggi dari sisi daya saing dibandingkan 55 kabupaten dan kota di Kalimantan. Bahkan menempati peringkat ke-8 daya saing ekonomi daerah dari 482 kabupaten/kota di Indonesia.

"Dari 55 kabupaten/kota di Kalimantan, kabupaten/kota yang berada di Kalimantan Timur mendominasi peringkat-peringkat atas," kata Siti Hastiah, Direktur Pusat Riset dan Edukasi Bank Sentral dalam Diseminasi Kebijakan Moneter dan Prospek Ekonomi 2015 dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Kaltim Ke Depan di Kantor Perwakilan BI Balikpapan, belum lama ini.

Menurut dia, daya saing daerah adalah kemampuan daerah untuk menyirnegikan antara input, output, dan outcome yang ada di daerahnya secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan perubahan teknologi dan institusi yang ada di daerah tersebut dan mampu meningkatkan standar kehidupan masyarakatnya.

"Ada 34 variabel dari 8 indikator yakni potensi masyarakat, SDA dan energi, jasa keuangan, transportasi dan komunikasi, sumber daya manusia, kemudahan investasi, produktivitas sektoral serta pemerintah dan keuangan daerah," ujarnya.

Peringkat atas untuk daya saing daerah didominasi kota dan kabupaten besar di Pulau Jawa dan luar Jawa yang berbasis industri atau pertambangan. "Kabupaten dan kota di Kalimantan yang masuk dalam 10 persen peringkat atas adalah Bontang, Banjarmasin, Balikpapan dan Samarinda," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Isro Umarghani menegaskan jika saat ini pertumbuhan ekonomi Bontang terus meningkat. Kata Isro, ada tiga tujuan besar otonomi daerah. Pertama meningkatkan pelayanan publik, kedua meningkatkan kesejahteraan, terakhir menumbuhkan daya saing.Isro menyebut Bontang kini peringkat delapan besar daerah yang berdaya saing secara nasional.

“Pembangunan proyek berskala besar terus dilakukan di Bontang, salah satunya pembangunan kilang,” ujar Isro.

Lanjut dia, memulai proyek pengemasan LNG dengan kapasitas kecil. LNG tersebut ke depannya bisa dimanfaatkan untuk keperluan dalam negeri seperti pengganti BBM.

Selain itu, selama lima tahun kepemimpinannya bersama Wali Kota Adi Darma, angka kemiskinan menyusut hampir 50 persen. “Lima tahun lalu ada 8.348 KK miskin, kini tinggal 5.601 KK,” paparnya.

Lebih jauh, Isro menjelaskan dari jumlah warga miskin tersebut 85 persennya hampir miskin dan 12 persennya miskin. “Hanya tiga persen yang sangat miskin,” ujarnya.

Pemerintah juga sudah melakukan pelatihan ketrampilan untuk mengurangi pengangguran. Salah satunya pelatihan las untuk keperluan industri.

“Pelatihan itu kalau dinilai Rp 20 juta per orang selama 35 hari. Selepas itu bisa langsung kerja,” paparnya.

Selain itu ada potensi dana zakat sebesar Rp 20 miliar per tahun. Dia pun meminta agar pemanfaatan dana zakat bisa untuk bantuan produkti bukan stimulan konsumtif saja. “Saya yakin masalah kemiskinan bisa tuntas,” ujarnya. (*)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers