MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 25 September 2015 15:30
Demi Kesembuhan, Sri Mulyani harus Lupakan Idul Adha Bareng Keluarga

Sri Mulyani, Warga Lhoktuan Penderita Kanker Payudara yang Terlantar di Samarinda

Istimewa

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BUTUH BANTUAN: Sri Mulyani (atas) harus rela melupakan indahnya momen Iduladha bersama keluarga lantaran terlantar di Samarinda. Dia menderita kanker payudara stadium 2 dan saat ini menginap di sebuah masjid yang berada di komplek RSUD AW Sjahranie Samarinda.

 

Semangat Malam Sahabat

Di saat sebagian dari kita bersiap untuk merayakan Iduladha, ada saudara kita yang sedang kesusahan. Ibu Sri (53) beralamat di Jalan RE Martadinata RT 11, Lhoktuan ini divonis menderita kanker payudara stadium 2. Suami Ibu Sri sudah meninggal, ia pun telah berhenti dari mata pencahariannya sebagai penjual gado-gado karena usia dan sakit yang dideritanya.

Saat ini Ibu Sri beserta anaknya tidur di teras masjid dekat RSUD di Samarinda, belum mendapat penanganan untuk prosedur kemoterapi karena keterbatasan ruangan di RS AW Sjahranie. Kami mengetuk pintu hati sahabat sekalian untuk berbagi rezeki. Donasi dapat disalurkan melalui rekening di bawah ini. Mari kita jaga hati untuk tetap selalu peduli dan berbagi.

Mega Asri, Bontang

Demikianlah bunyi posting-an di grup jejaring sosial facebook milik Forum Bontang Peduli (FBP), edisi Rabu (23/9) pukul 20.13 Wita. Di grup tersebut, tampak seorang perempuan tua duduk di kursi, sementara seorang anak perempuan tengah duduk santai. Perempuan tua itu bernama Sri Mulyani.

Sri, harus merasakan dinginnya lantai masjid Masjid Asysyifaau Linnaas, yang berada di komplek rumah sakit pelat merah tersebut. Penyebabnya, niat hati ingin kemoterapi, dia malah terlantar.

Sebagai informasi, menurut kamus bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kemoterapi adalah pencegahan dan penyembuhan terhadap suatu penyakit dengan memasukkan bahan kimia ke dalam tubuh.

Sri diketahui menderita kanker payudara stadium 2. Berangkat sejak Senin (21/9) lalu, hingga Kamis (24/9) kemarin, atau saat umat muslim merayakan Iduladha, Sri tak kunjung pulang. Informasinya, kemoterapi belum dia dapatkan akibat keterbatasan ruangan rumah sakit.

Terlantarnya, Sri Mulyani yang mengidap kanker payudara setahun belakangan ini, sebenarnya sudah mendapatkan penanganan berupa operasi pengangkatan payudara di bulan September di RS Amalia Bontang. Hanya saja, ketika kembali kontrol ke RS. Amalia, tempat dia dioperasi, Sri tetap diminta untuk melaksanakan perawatan lanjutan berupa kemoterapi. Jadwal pun diberikan di hari Senin, Rabu, dan Jumat. Entah karena ketidaktahuan jadwal kemoterapi atau apa, hingga akhirnya Sri malah harus menginap di Samarinda dengan tidur di teras masjid.

Sri yang memiliki tiga anak, sejak 2008 lalu sudah ditinggal suaminya akibat sakit keras. Dia pun harus berjuang hidup dengan berjualan gado-gado di Lhoktuan. Hanya saja, sejak divonis dokter mengidap kanker payudara, kondisi tubuhnya semakin melemah. Sri tak dapat lagi berjualan. Anak pertamanya pun, Agung (33) belum bekerja, dan saat ini dia tinggal bersama Agung dan Reni (26) yang merupakan anak bungsu.

Ketika disambangi di rumahnya, Reni, mengaku cemas ibu dan kakaknya tak kunjung pulang ke rumah. Apalagi saat momen Iduladha seperti kemarin. Reni mendapat kabar ibunya tidur di teras masjid dari kakaknya.

Sampai berita ini diturunkan tadi malam, dia belum mengetahui ibu dan kakaknya sudah menginap di penginapan atau belum. Pasalnya, belum ada kabar dari Samarinda mengenai kondisi terbaru ibu dan kakaknya, apalagi saat ini ibunya sedang sakit keras.

“Saya cemas saja, kenapa dari Senin sampai hari ini (kemarin, Red.) belum pulang saja, kabar terbaru pun belum diterima,” ujar Reni, kemarin.

Reni mengaku kecewa. Meski biaya pengobatan ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, namun untuk obat tidak ada yang menanggung. Hingga dirinya meminta bantuan ke Yaumil Baiturrahman, dan mendapatkan biaya untuk menebus obat.

“Selain berobat, kami butuh biaya hidup. Karena memang tidak ada yang bekerja, saya mau kerja, kasihan mama (Sri, Red) tidak ada yang melayani, sementara kondisinya sedang sakit. Jadi, penghasilan kami dari berjualan jajanan anak saja,” keluh Reni yang menjanda ditinggal meninggal suaminya.

Reni berharap adanya bantuan dari pemerintah. Sebab, pihaknya sedang sangat membutuhkan biaya pengobatan. Kalau biaya kemoterapi memang sudah ditanggung, sementara untuk ongkos transportasi pulang pergi ke Samarinda, dia dan ibunya mengandalkan diberi oleh tetangga. “Kami sedang butuh saat ini,” katanya.

Terpisah, sekretaris Forum Bontang Peduli, Andi Mansyur mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggalang dana untuk membantu pengobatan Sri. Mengetahui kondisi Sri yang terlantar di Samarinda, Forum Bontang Peduli tergerak hatinya untuk menggelar aksi menggalang dana, meskipun untuk saat ini masih lewat media sosial. Rencananya, Forum Bontang Peduli akan turun ke jalan. Namun, mereka masih menunggu waktu yang tepat.

“Kami tergerak saat mengetahui adanya warga Bontang yang terlantar di Samarinda, melalui tim survei kami. Hingga bantuan sementara kami berikan dari kas kami senilai Rp 500 ribu. Rencananya, penggalangan dana akan terus berlanjut,” jelas Andi, saat ditemui di kediamannya di perumahan BTN PKT, Kamis (24/9) kemarin.

Kata dia, Forum Bontang Peduli selama ini intensif membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan yang belum terjamah. Sehingga diharapkan mereka yang membutuhkan uluran tangan untuk biaya pengobatan dapat menjalani pengobatan tanpa harus terlantar lagi. Sebab, kejadian terlantarnya mereka yang akan berobat ke Samarinda memang sering terjadi.

“Untuk Ibu Sri, memang baru pertama kali ini. Namun, yang mengalami kejadian serupa sebelumnya memang banyak. Mungkin karena mereka pasien BPJS, sehingga pelayanan yang mereka terima terkadang tidak sesuai jadwal,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Desember 2019 10:18

TANDA-TANDA APA INI..!! 3 Tahun Berturut-turut, Pengajuan Cerai Terus Naik

BONTANG- Angka perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Kota Bontang…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:16

Tiga Hari Blangko KTP-el Ludes

BONTANG – Ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:15

NGERI..!! Truk Molen Hantam Gedung SDN 005, Begini Kondisi Murid-Muridnya

BONTANG - Nasib nahas menimpa peserta didik maupun tenaga pendidik…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:14

Padahal Tinggal 15 Hari, Tapi Direktur Optimis Rampung 100 Persen, YAKIN...??

BONTANG- Penyelesaian tahap kedua pembangunan Poliklinik Rawat Jalan RSUD Taman…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:13

Ternyata Baru Segini Progres Proyek Pemasangan Pipa PDAM

BONTANG – Pengerjaan pemasangan pipa air minum PDAM Tirta Taman…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:10

Penyambungan Listrik Jalan di Tempat, PLN Bontang Masih Temui Kendala

BONTANG-Penyambungan listrik ke Kampung Rama masih saja menemui kendala. Hingga…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:09

Tidak Memadai, Ruangan Belajar Sempit

BONTANG – Ironi, masih ada satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:09

Penggantian Pipa PDAM, Lebar Jalan Jadi Sempit

BONTANG – Pipa jaringan milik PDAM Tirta Taman dilakukan penggantian…

Kamis, 05 Desember 2019 23:07

Penderita HIV/AIDS Sulit Diawasi

BONTANG - Penyakit HIV/AIDS terus menjadi momok warga Bontang. Pasalnya,…

Kamis, 05 Desember 2019 23:05

Rencana Diakuisisi, Yayasan Pikir-Pikir

BONTANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang berencana mengakuisisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.