MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 26 September 2015 20:09
Perang Saudara Yang Berujung Nyawa

Bapak Tiga Anak yang Dihabisi Adik Iparnya

DUEL BERDARAH: Momentum saat tersangka Udin (kiri) membacok tangan korban hingga putus dalam rekonstruksi pembunuhan, kemarin.(Guntur/bontang post)

PROKAL.CO,

BONTANG - Duel berdarah terjadi antara Bahri (32) dengan adik iparnya sendiri, Suprianto alias Udin (30). Sama-sama membawa senjata tajam (sajam), dua keluarga yang tersulut emosi ini adu jago. Nahas, Bahri tewas mengenaskan dengan banyak luka sabetan. Bahkan, tangannya putus disabet Udin. Celakanya, Bahari tewas di depan anaknya sendiri, RH (9).

Itulah gambaran rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Santan Ulu, 25 Agustus silam. Rekonstruksi yang sedianya digelar di tempat kejadian perkara (TKP) di kilometer 24 jalan poros Bontang-Samarinda urung dilakukan di sana. Faktor keamanan jadi pertimbangan. Alhasil, rekonstruksi dilakukan di barak asrama Polres Bontang.

Dalam rekonstruksi yang dipimpin langsung Wakapolsek Marangkayu, Iptu Suyono dengan pengawalan anggota Unit Reskrim dan Unit Sabhara Polsek setempat, korban dan saksi diperankan oleh personel kepolisian. Korban diperankan oleh Briptu Erik, sementara istri tersangka yang melihat kejadian diperankan oleh Briptu Riska. Sedangkan saksi yang membawa korban ke RSUD Taman Husada Bontang, yakni Jamaluddin dan Gading diperankan oleh yang bersangkutan.

Kapolres AKBP Hendra Kurniawan, melalui Kasubag Humas Iptu Kalvin mengatakan, rekonstruksi dialihkan demi keamanan dan kelancaran. “Rawan kalau gelar rekonstruksi di TKP. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, rekonstruksi kami gelar di asrama,” katanya, kemarin.

Dari pantauan Bontang Post, sebanyak 17 adegan diperagakan dalam rekonstruksi tersebut. Puncaknya adalah pada adegan 8. Saat itu, tangan korban yang berusaha menangkis parang tersangka putus kena sabetan. Itulah awal mula kalahnya korban saat duel melawan adik iparnya sendiri.

“Saya khilaf. Saya siap menerima apapun hukumannya,” kata Udin, singkat.

Diberitakan, Bahri tewas mengenaskan dengan luka sabetan di sekujur tubuh dan tangan putus. Duel maut itu terjadi di rumah tersangka. Sementara, jarak antara rumah korban dengan tersangka hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer. Keduanya pun sama-sama bekerja sebagai pekebun jagung di daerah itu.

Pembunuhan sadis itu bermula dari adanya isu yang menyebut jika Udin akan membuang mertuanya--orang tua Bahri--ke laut. Mendengar adanya kabar tersebut, Bahri pun tersinggung dan langsung mendatangi Udin ke rumahnya. Sebuah parang pun dia bawa.

Korban mendatangi rumah tersangka dan langsung menggedor pintu, kemudian langsung masuk ke dalam rumah. Kemudian, korban mendatangi tersangka yang sedang duduk di dalam rumah dan langsung memukulnya. Tak hanya itu, korban juga menendang istri tersangka tersangka (adik kandungnya sendiri) yang bermaksud memisahkan perkelahian.

Sakit hati dengan perilaku kakak iparnya, tersangka langsung lari ke kamar mandi dan mengambil parang, lalu menyerang korban secara membabi-buta. Korban pun tidak sempat mencabut parang lantaran tangannya putus ditebas oleh tersangka. Merasa tersudut, korban lari dengan cara meloncat rumah panggung itu, namun terjatuh.

Saat itulah tersangka menyerang korban dengan parang berkali-kali dan menyebabkan luka berat. Korban yang mengalami luka berat langsung dilarikan ke RSUD Bontang, namun nyawanya tidak bisa ditolong.

Dari pantauan di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit pelat merah saat itu, telapak  tangan kiri korban putus. Kemudian, ada luka sayatan di lengan tangan kiri, tiga sayatan di tangan kanan yang meliputi siku, telapak tangan, dan lengan. Selain itu korban juga menderita luka sayatan sepanjang 20 sentimeter di punggung dan luka bacok sepanjang 15 sentimeter di kepala bagian belakang. (gun)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers