MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 26 September 2015 20:14
5 Hari Terlantar di Samarinda, Penderita Kanker Payudara Itu Pulang ke Bontang

Niat Berobat Tak Kesampaian, Senin Berangkat Lagi

MEGA ASRI/BONTANG POST

PROKAL.CO,

“Sudahlah mama pulang saja, dari pada di sana (Samarinda, Red.) terlantar seperti itu, Lebaran tidak ada di rumah. Lebih baik di rumah, nanti Senin saja kembali ke sana bersama saya naik motor”

Mega Asri, Bontang

ITULAH sepenggal percakapan melalui telepon genggam antara Reni (26) bersama ibunya, Sri Mulyani (53), warga Jalan RE Martadinata RT 11 Kelurahan Lhoktuan, yang didiganosa menderita kanker payudara stadium 2 dan sempat lontang-lantung selama lima hari di Masjid Asysyifaau Linnaas, komplek RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Kepada Bontang Post, Reni yang merupakan anak bungsu Sri mengatakan, hingga Jumat (25/9) kemarin ibunya belum mendapatkan pengobatan berupa kemoterapi dari rumah sakit pelat merah itu. Kalau sebelumnya pihak rumah sakit menyebut tidak ada ruangan, kali ini giliran dokternya tidak ada di tempat.

Kekecewaan pun tak kunjung hilang dari benak Reni. Pasalnya, rasa cemas terus menghantui akibat sang bunda yang sejak dulu merawat dan membesarkannya belum bisa pulang dari ibu kota Kaltim. Bukan karena tak memiliki biaya untuk pulang, namun Sri masih menunggu jadwal pengobatan kemoterapi Jumat kemarin.

Saat disambangi, Reni memang sedang berkomunikasi dengan ibunya melalui sambungan telepon. Terdengar nada kecewa dari percakapan mereka. Reni akhirnya meminta sang ibu untuk segera pulang ke rumah. Apalagi, tahu jika Sri yang pergi ke Samarinda bersama anak sulungnya, Agung (33), sampai tidur di teras masjid.

Reni menceritakan, ibunya bersama kakaknya berangkat ke Samarinda, Senin (21/9) lalu dengan membawa bekal Rp 700 ribu.

Berangkat menggunakan mobil travel dan menghabiskan ongkos Rp 400 ribu, sisa bekal yang mereka bawa hanya Rp 300 ribu. Ketika sampai pun, Sri hanya mendapat pelayanan dari rumah sakit berupa cek darah dan rontgen, bukan kemoterapi. Alasannya pun tak dapat diketahui Sri secara pasti.

Untuk itulah, Sri memutuskan tidak kembali ke Bontang demi menunggu jadwal pelayanan kemoterapi, yakni Senin, Rabu, dan Jumat.

“Dari Senin, hanya itu-itu saja, cek darah, dan rontgen, katanya dokter Rudi (yang melayani kemoterapi, Red) tidak ada terus, tidak tahu hanya alasan,” terang Reni mengutarakan kekecewaan.

Di rumahnya, Reni sedang sibuk melayani pelanggan kecilnya.  Begitulah keseharian Reni yang berjualan jajanan anak-anak seperti pisang keju, singkong tela,-tela dan makanan ringan lainnya. Tubuhnya yang ramping terbilang cekatan dalam melayani pelanggan, meskipun raut wajah lelah tak dapat disembunyikan.

Terlihat jelas pula kebimbangan yang dialaminya karena harus mencari nafkah untuk menghidupi anak semata wayang serta ibu dan kakaknya. Sesekali saat sibuk bolak-balik dapur ruang tamu, dia menghela napas dan terucap kata, “capek”.

Reni sudah hampir empat tahun ditinggal meninggal suaminya. Dalam percakapan dirinya bersama ibunya pun, terdengar ibunya meminta Reni untuk menjemputnya menggunakan motor. Tetapi dia tak dapat berbuat banyak lantaran memikirkan biaya bensin yang dibutuhkan jika dirinya harus menjemput ibu dan kakaknya.

“Saya suruh saja ibu pulang naik bus, mungkin masih ada buat ongkos pulang, karena kemarin ada yang membantu dari Forum Bontang Peduli, makanya semalam mereka (ibu dan kakaknya, Red) sudah tidur di penginapan. Tetapi, tetap saya suruh pulang saja biar nanti Senin depan kembali lagi,” bebernya menegaskan.

Untuk kembali ke Bontang pun, sambung Reni, diperkirakan ibunya baru bisa pulang saat sudah menerima hasil rontgen, yakni pukul 16.00 Wita.

“Jadi mungkin mama bisa pulang sekira pukul 17.00 Wita dari Samarinda. Walau bagaimana, mending diam di rumah daripada terlantar di sana tanpa kepastian yang jelas. Makanya saya berharap mama bisa pulang dengan cepat dan selamat. Sebab, Lebaran kemarin mama malah terlantar di sana. Kondisinya sakit, niat berobat tapi terlantar,” ucapnya pilu. (***)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers