MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 29 September 2015 19:38
‘Dikepung’ Kabut, Penerbangan Bontang-Balikpapan Terganggu

Jadwal Keberangkatan Berubah-ubah, Otoritas Bandara Utamakan Safety

DEMI KESELAMATAN: Kabut asap yang “mengepung” Bontang menyebabkan jadwal penerbangan di Bandara Badak LNG terganggu. (M Jumri/Bontang Post)

PROKAL.CO,

BONTANG - Kabut asap sudah mulai “mengepung” Kota Taman. Hal itu tentu saja mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Badak LNG Bontang. Jadwal penerbangan pun menjadi tidak pasti. Alhasil, calon penumpang terkena dampaknya.

Kepala Bandara Badak LNG Bontang, Yulizar Syarif mengatakan, beberapa hari terakhir, aktivitas penerbangan yang biasanya dilakukan pagi dan siang hari ditiadakan. Penerbangan pun dilakukan sekira pukul 09.00 Wita.

Hal ini dilakukan otoritas bandara lantaran jarak pandang pagi sebelum pukul 09.00 Wita hanya sekitar 2 kilometer. Padahal batas aman untuk terbang, jarak pandang minimalnya adalah 5 kilometer. Begitu juga dengan kondisi kabur siang hari yang tidak menentu.

“Memang sangat menggangggu kabut asap ini. Kalau untuk pesawat yang mengandalkan auto pilot tak masalah, tapi kalau pesawat yang mengandalkan visual untuk mendarat agak susah. Beberapa hari terakhir, kami tak bisa terbang pagi pukul 07.00 Wita seperti biasa. Keberangkatan baru bisa dilakukan pukul 09.00 Wita,” ujar Yulizar, ditemui Bontang Post, Senin (28/9) kemarin.

Perubahan jadwal ini, lanjut Yulizar, merupakan pertimbangan kondisi asap yang terjadi, tidak hanya di Bontang saja, namun juga di lokasi tujuan.

“Setiap pagi kami selalu komunikasi dengan pihak Bandara Balikpapan (Sepinggan). Kalau dari Balikpapan kabut juga tebal, kami juga tak bisa terbang dari Bontang. Selain Balikpapan, kami juga melihat kondisi udara jalur terbang alternatif, Banjarmasin,” kata dia.

Dikatakan Yulizar, akibat terganggunya jadwal, hal ini berimbas kepada calon penumpang.

“Penumpang untuk pesawat Badak LNG yang sejatinya berangkat pagi, terpaksa kami berangkatkan lewat jalan darat pada malam sebelumnya. Sedangkan penumpang yang seharusnya berangkat siang, kami berangkatkan pukul 09.00 Wita. Karena, untuk keberangkatan dan kedatangan siang hari, kami lihat kondisi kabut dahulu. Sekaligus antisipasi kabut yang juga mengganggu di sore hari,” jelasnya.

Atas perubahan jadwal ini, dikatakan Yulizar, membuat calon penumpang sedikit kecewa. Namun, lantaran keberangkatan ke Balikpapan merupakan jadwal dinas para penumpang yang mayoritas karyawan Badak LNG, membuat calon penumpang menerima perubahan jadwal.

“Penumpang pesawat Badak LNG biasanya sedang ada keperluan dinas, jadi untuk calon penumpang yang dijadwalkan terbang pagi, mau tak mau harus jalan darat pada malam sebelumnya. Kami sediakan transportasinya,” ujarnya.

Pihak perusahaan juga tak tinggal diam. Dilanjutkan Yulizar, perusahaan menginstruksikan untuk menghentikan aktivitas penerbangan jika dirasa membahayakan.

“Tentu harus safety, itu yang utama. Tak boleh lengah. Kalau memang tampak tak memungkinkan untuk terbang, harus ditunda. Jangan sampai mengakibatkan keadaan yang tak diinginkan,” pungkasnya. (rw)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers