MANAGED BY:
SABTU
14 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Kamis, 25 Agustus 2016 01:01
Anak Muda Promosikan Hidup Sehat
Halaman Ekspresi Bontang Post. (PRETTY/BONTANG POST)

PROKAL.CO, SOBAT EKSPRESI sudah mendengar istilah PHBS alias Perilaku Hidup Bersih dan Sehat? Well, kalimat ini sering banget digembar-gemborkan oleh profesi berbaju putih alias dokter dan suster naungan Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang. Gimana kalau yang mengkampanyekan ini adalah anak-anak muda seragam putih biru asal SMP YPK?

Intermezo dulu deh. Nanti kalian enggak paham lagi. PHBS diterapkan dalam segala lingkungan. Mulai dari lingkungan rumah, sekolah, kantor, fasilitas umum, hingga pelayanan kesehatan.

Kalau lingkungan sekolah, praktik PHBS itu berupa menyuci tangan dengan air yang mengalir dan memakai sabun. Mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat. Olahraga yang teratur dan terukur. Memberantas jentik nyamuk. Tidak merokok di sekolah. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan. Membuang sampah pada tempatnya.

Penerapan PHBS di sekolah itu membuat SMP YPK yang terletak di Kecamatan Bontang Barat mendapat juara ke-III Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional 2016 ini. Lomba itu seleksinya ketat sekali, kalah deh seleksi mencari pacar yang baik nan soleha. Mulai dari seleksi di tingkat kecamatan, tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Penentuan juara tingkat nasional juga ada verivikasi dadakan, presentasi, dan tahapan lainnya.

Ternyata, yang membuat SMP YPK memboyong Piala Juara III dan empat piagam adalah keberadaan Program Kerja (Pokja) PHBS di sekolah. Pokja itu diisi oleh siswa-siswi SMP YPK. Tuh kan menarik, jadi yang ngebawakan bukan orang-orang tua. Melainkan adik-adik unyu, hihihi. Ada 9 Pokja loh. Yakni jentik, kantin, rokok, kebersihan, imtak, Kader Kesehatan Remaja (KKR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja), Palang Merah Remaja, sampah dan tanaman.

Setiap Pokja terdiri dari 8 hingga 50 anak. Tugasnya adalah mengkampanyekan PHBS sesuai bidang masing-masing. Daripada pusing, simak yuk penjelasan Kepala Sekolah SMP YPK Bontang. Namanya Suroto.

“Anak-anak itu memberi pemahanam kepada teman-temannya tentang PHBS, sesuai program kerja mereka sendiri. Jadi sesuai tugas masing-masing. Mereka juga melakukan penyuluhan ke kelas-kelas, ke lingkungan RT yang bertetangga dengan kami yakni RT 13 Kelurahan Belimbing,” tutur bapak berkacamata itu, Rabu (24/8).

Menurut Suroto, anak-anak menjadi subjek yang baik untuk mengkampanyekan PHBS. Karena tidak ada kesan menggurui, justru membuat orang tua yang mendengar tersentuh. Kalau ke sesama teman, kesannya juga seperti obrolan ringan tanpa ada kesan memberi perintah.

“Kalau pokja rokok, selain memberikan penyuluhan pada temannya, juga ke bapak dan ibu guru sekaligus pada tamu. Soalnya yang lebih enak memberitahukan adalah anak-anak bukan orangtua. Kalau yang memberitahukan orangtua bisa menjadi masalah malahan. Anak-anak justru menyentuh,” pungkasnya. (pre)


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 21:03

Dualisme KNPI Ancam Anggaran

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dualisme kepemimpinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.