MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Rabu, 30 September 2015 18:35
Komisi II DPRD Bontang Sidak BPR

Tinjau Progres Penggunaan Dana Penyertaan Modal

TINJAU: Komisi II DPRD Bontang saat menggelar sidak ke BPR, Selasa (29/9) kemarin. (HUMAS DPRD BONTANG)

PROKAL.CO,

BONTANG - Komisi II DPRD Bontang menggelar inspeksi mendadak alias sidak ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang merupakan unit usaha dari Perusahaan Daerah Aneka Usaha Jasa (Perusda AUJ), Selasa (29/9) kemarin. Tujuan sidak tersebut untuk mengecek alokasi penyertaan modal ke salah satu unit perusahaan pelat merah itu.

Ketua rombongan, Ubayya Bengawan dalam sidak kali itu menanyakan progres penyertaan modal senilai Rp 3 miliar. “Kunjungan kita ini untuk mengetahui sejauh mana progres penyertaan modal senilai Rp 3 miliar itu,” kata Ubayya saat bertemu dengan manajemen BPR.

Ubayya menilai, semula penyertaan modal ke Perusda AUJ senilai Rp 10 miliar itu memang hanya melewati satu pintu, yakni Perusda AUJ yang mengucurkan dana Rp 3 miliar ke BPR..

“Semula penyertaan modal akan dikucurkan sebesar Rp 6 miliar. Namun dilakukan secara bertahap, sambil melihat pengembangan di BPR sendiri,” kata Ubayya.

Yudi Rusmana, Dirut BPR mengatakan, dana penyertaan modal pemerintah ke BPR senilai Rp 3 miliar itu hingga saat ini sudah mampu dikembangkan hingga mencapai Rp 4,7 miliar. Pengembangan itu dilakukan dalam bentuk modal usaha beberapa nasabah.

“Saat ini BPR sudah mengembangan dana itu menjadi Rp 4,7 miliar  dalam bentuk modal kerja, modal usaha, dan pinjaman dalam bentuk kredit. Ini artinya BPR sudah masuk dalam perusahaan aktif,” kata Yudi.

Yudi mengaku menjalankan usaha BPR dengan cara menjemput bola. Termasuk dengan mengajak pedagang kecil, para kontraktor,  dan pengusaha untuk melakukan investasi ke BPR.

Dari  hasil  pinjaman dan tabungan para nasabah itulah, Yudi mengaku mampu menggaji para karyawannya sejak tahun 2009-2015 tanpa meminta bantuan dari induk Perusda AUJ. 

“Dari  kucuran dana pemkot itu, kami mampu membiayai sewa kantor, dan menggaji beberapa karyawan kami,” katanya.

Yudi mengaku, BPR menurunkan sembilan karyawanannya ke lapangan untuk menarik dari nasabah dengan melakukan penarikan dana setiap hari. “Beberapa jenis tabungan kita tawarkan misalnya dengan tabungan umrah dan pelajar dengan suku bunga 10 persen, sistem tanggung renteng misalnya dalam bentuk per kelompok,” katanya.

Disinggung mengenai apakah ada kredit macet dengan sistem itu, menurut Yudi, BPR sangat hati-hati dengan hal tersebut dengan menjaga pelayanan dan mutu. “Kami sangat hati-hati dalam memberikan pinjaman kepada nasabah. Namun hingga saat ini belum ada kredit macet,”katanya.

Anggota komisi II, H Nursalam mengingatkan agar penyertaan modal ke BPR perlu dipertanggungjawabkan, mengingat hal ini adalah keuangan negara dan diumumkan ke publik.  “Kita minta data berapa jumlah nasabah dan berapa hasil progres itu, sehingga DPRD akan melakukan pertimbangan untuk memberikan penyertaan modal ke BPR,” katanya.

Yudi berjanji akan melakukan inovasi ke depannya dengan mencoba melakukan perkreditan sepeda  motor. Menurutnya, suku bunga yang ditetapkan BPR masih di bawah leasing. 

“Kita berharap ada penambahan modal ke depan, sehingga BPR mampu dalam memberikan kontribusi kepada pemkot,” katanya. (hd/adv) 


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 20:50

MAN Bontang Gelar Workshop Pendampingan Sekolah Adiwiyata

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dalam rangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers