MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 01 Oktober 2015 19:32
Jaringan Listrik Tak Standar, Terbakar 'Dicueki'

Terkait insiden kebakaran di Kota Taman

Ahmad Yani (Dok/bontang post)

PROKAL.CO,

BONTANG – Terkait insiden kebakaran di Kota Taman, dianggap butuh inovasi dalam penanganan. Terutama, dimulai dari penggunaan instalasi listrik yang standar bagi tempat fasilitas umum serta kantor pelayanan publik.

Ahmad Yani, kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bontang menjelaskan, langkah tersebut sebagai langkah inovasi demi mencapai kemandirian warga Bontang, dalam menyikapi serangan si "jago merah".

"Kalau dilihat selama ini, kasus kebakaran rumah warga, atau pun fasilitas umum, banyak dipicu oleh korsleting listrik. Nah, fakta itulah yang membawa kami pada kebijakan ini," jelas dia kemarin.

Katanya, sejauh ini, berbagai langkah pembenahan sistem telah dilakukan di tubuh PMK yang telah bergabung di bawah naungan BPDB Bontang. Baik sistem kerja, penanganan insiden, hingga faktor pemicu insiden kebakaran.

Ketika sumber masalah telah ditemukan, maka dianggap butuh sikap serius. Yang dimulai dengan melibatkan kantor pemerintahan sebagai upaya memberi contoh pada masyarakat umum.

"Aturan baru yang akan diterapkan, yakni membuat kesepakatan dengan penanggung jawab gedung. Bahwa mereka harus mengganti instalasi listrik sesuai standar PLN. Dan yang menetapkan lama waktu untuk merealisasinya, adalah mereka," ujarnya.

Dari kesepakatan itu, pun disepakati, bahwa ketika dalam rentan waktu yang ditetapkan untuk dilengkapi, namun tak dilakukan, maka pihak BPDB Bontang tak akan membantu ketika kelak mengalami insiden kebakaran.

"Kan mereka sendiri yang menetapkan waktu melengkapi instalasi listrik yang standar dan sudah menandatangani kesepakatan. Makanya, ketika ada insiden akibat belum melengkapinya, kami tidak akan semprot," tegas dia.

Dijelaskan, saat ini, kebijakan baru tersebut telah dalam tahapan sosialisasi. Seperti yang telah dilakukan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, kantor DPRD Bontang, hingga Graha Taman Praja.

"Hal itu harus disentuh. Karena, sebelum melangkah ke masyarakat umum, kantor pelayanan publik ini harus menerapkan lebih dahulu," katanya. Setelah tempat pelayanan publik telah dijangaku, pihaknya akan melangkah untuk menjangkau perhotelan, hingga rumah indekos yang ada di Bontang.

Karena diakui, khusus rumah indekos, para penyewa memiliki kepedulian yang minim terhadap bahaya kebakaran. "Mungkin karena cuma ngekos, jadi rasa tanggungjawabnya kecil. Makanya, dalam kasus rumah kos, pemilik rumah langsung yang berikan pemahaman untuk ikut menjaga potensi kebakaran," tutupnya (in)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers