MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 02 Oktober 2015 20:48
Dissosnaker, Ambruknya Rumah di Kampung Selambai Bukan Bencana
Sahabuddin (PRETTY/BONTANG POST)

PROKAL.CO,

BONTANG - Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dissosnaker) Bontang memastikan jika ambruknya rumah di Kampung Selambai, Kelurahan Loktuan adalah murni karena kondisi konstruksi bangunan, bukan bencana. Namun, terjadi kesalahan persepsi masyarakat yang menganggap hal itu adalah bencana.

Kabid Sosial Dissosnaker, Sahabuddin mengatakan, untuk pemberian bantuan sendiri ada standard operating procedure (SOP) yang harus dipenuhi. Dia juga membeberkan domain bencana menurut Dissosnaker, yang terdiri dari beragam jenis.  Yakni bencana alam, bencana sosial, atau bencana akibatulah manusia.

Menilik kembali robohnya bangunan rumah permukiman warga di Selambai, dia menegaskan jika itu diakibatkan konstruksi bangunan. Di mana, kesalahan ada pada masyarakat, sebagai perencana, pembangun, sekaligus penghuni.

“Kalau kita tarik ke belakang, itu karena kelalaian. Kalau semisal di proyek pemerintah, yang terkena imbas adalah konsultannya,” jelasnya memberikan analogi.

Lagi pula, sambungnya, di bidang sosial sendiri tidak ada anggaran untuk pembangunan ataupun perbaikan rumah. Kecuali, jika Pemkot Bontang menyatakan jika peristiwa Selambai 5 September lalu bencana daerah.

“Saat dinyatakan bencana daerah, akan dipergunakan anggaran tanggap darurat yang ada di pemerintah daerah. Contohnya seperti di Bontang Kuala,” urainya.

Katanya, usai bencana, Dissosnaker sebagai fungsi sosial akan melakukan penanggulangan. Atau istilahnya tanggap darurat yang sifatnya sementara, yakni pemberian bantuan makanan.

“Setelah itu, pakaian tidak ada akan kita drop (berikan). Alat dapur tidak ada, kita drop alat dapur. Lalu ditindaklanjuti sembako dan sudah bisa memasak sendiri,” jelasnya.

Mengenai rumah roboh yang dipinjamkan kepada warga miskin atau kurang mampu, katanya, itu tidak ada hubungannya dengan pemberian bantuan perbaikan bangunan rumah. Karena, yang jadi sasaran utama untuk diberikan bantuan adalah korban, yakni manusia atau si penghuni rumah roboh. Bukan bangunan roboh tersebut.

“Yang jadi sasaran kita adalah manusianya sebagai korban. Bukan bangunannya,” tegasnya. (*/pre) 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers