MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 03 Oktober 2015 18:31
Kerja 24 Jam Demi Jaga Pasokan Listrik Bontang

Teknisi PLN Kayak ‘Bang Toyib’

KERJA, KERJA, KERJA: Para teknisi PLN berusaha perbaikan terhadap salah satu mesin yang rusak, Jumat (2/10) kemarin. (Istimewa)

PROKAL.CO,

BONTANG - Warga Bontang diharapkan lebih sabar lantaran seringnya biarpet yang terjadi. Pasalnya, pemeliharaan jaringan transmisi 150 kilo volt (KV) di jaringan Sistem Mahakam line Sambutan-Teluk Pandan masih berlangsung. Aktivitas pemasangan itu terjadi pada 26 September-4 Oktober mendatang.

Makanya, mulai pukul 06.30-17.30 Wita, listrik Bontang terlepas dari jaringan Sistem Mahakam. Sejatinya, lima pembangkit yang dimiliki Bontang mampu meng-cover kebutuhan listrik. Keempatnya adalah PLTD-MG Kanaan dua mesin, PLTD Cummins empat mesin, PLTD MAK empat mesin, dan PLTMG BME tiga mesin. Keempatnya berada satu tempat di Kanaan. Sementara, pembangkit lainnya adalah PLTMG di Jalan Arif Rahman Hakim, Belimbing.

Namun, karena terjadi kerusakan di PLTD MAK dan PLTD Cummin, sehingga pagi-sore kerap terjadi biarpet. Pasalnya, untuk daya yang dihasilkan hanya sekitar 16,5 mega watt (MW). Sementara, beban di siang hari mencapai 22 MW, sedangkan puncaknya 24 MW.

Manajer PLTD-MG Kanaan, Aris Hermawan menjelaskan, seluruh karyawannya “dipaksa” menjadi “Bang Toyib” lantaran tidak pulang ke rumah. Pasalnya, PLN harus memastikan kebutuhan listrik terpenuhi. Apalagi dengan kondisi saat ini, di mana Bontang keluar dari jalur Sistem Mahakam dan adanya kerusakan mesin.

“Teman-teman kerja 24 jam, ini sudah beberapa hari tidak pulang. Ada mesin yang mengalami kerusakan. Dengan kondisi seperti itu, kami harus memastikan, mesin yang ada bekerja maksimal untuk memproduksi listrik. Intinya, mempertahankan mesin yang masih berfungsi, sekaligus melakukan pemeliharaan kecil,” kata Aris, Jumat (2/10) kemarin.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih terkendala dengan material. Pasalnya, untuk memperbaiki dua mesin yang trouble, pihaknya masih menunggu proses procurement atau lelang di Sektor Pembangkitan Mahakam.

“Sejak 1 Januari kan kita tergabung ke jaringan Sistem Mahakam. Sehingga, kita ikut Sektor Pembangkitan Mahakam. Yang urusi pembangkit mereka (Sektor Pembangkitan Mahakam, Red.), termasuk pengadaan (procurement atau lelang, Red.) material. Jadi kami masih menunggu. Saat ini, kami fokus mempertahankan yang ada saja,” katanya.

Bagi Aris, pemeliharaan jaringan transmisi 150 KV line Sambutan-Teluk Pandan harus segera dilakukan. Karena kalau mepet dikerjakan Desember, khawatir akan mengganggu distribusi.

“Pekerjaan itu (pemeliharaan transmisi, Red.) harus segera, karena kalau Desember terlalu mepet. Semoga saja, tanggal 4 Oktober selesai dan aliran listrik kembali normal. Selama ini, kami kalang kabut kalau pagi sampai sore.

Kalau malam agak tenang karena tersambung ke jaringan Sistem Mahakam. Kayak sekarang (tadi malam, Red.), teman-teman bisa makan karena listrik kita tersambung lagi ke jaringan Sistem Mahakam. Meski demikian, teman-teman tetap standby untuk memastikan pasokan aman,” katanya.

Diberitakan, adanya pemeliharaan jaringan transmisi menyebabkan terjadinya pemadaman yang tidak menentu. Kondisi seperti ini terjadi pada 26 September-4 Oktober.

Pembangkit listrik yang dimiliki Bontang sejatinya mampu memasok listrik melebihi beban puncak, namun itu saat semua unit beroperasi normal. Saat kondisi normal, unit PLN itu mampu menghasilkan listrik sampai 28-29 MW, sedangkan beban puncak mencapai 24 MW.

Namun, karena ada kerusakan, produksi PLN pun mengalami penurunan. Sebelumnya, Manajer PLN Area Bontang, La Ode Lawati membenarkan adanya kerusakan beberapa mesin. Antara lain, PLTD MAK, kemudian PLTD Cummin yang biasanya menghasilkan 1,5 MW namun hanya menjadi 0,5 MW saja.

Tak hanya itu, dua mesin pembangkit yang biasanya menjadi andalan karena mampu menghasilkan daya masing-masing hingga 6 MW, saat ini total keduanya hanya mampu menghasilkan total daya sekitar 8,1 MW saja.

Selain ada komponen yang rusak yang disebabkan kondisi cuaca yang sangat panas. (gun)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers