MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Senin, 05 Oktober 2015 17:44
Perusahaan-Perusahaan di Bontang Wajib Jaga Lingkungan
TINJAU: Komisi III DPRD Bontang berfoto bersama dengan manajemen Pupuk Kaltim usai sidak, beberapa waktu lalu. (Humas dprd bontang)

PROKAL.CO,

BONTANG - Komisi III DPRD Bontang menegaskan, setiap perusahaan yang beroperasi di Kota Taman harus ikut menjaga lingkungan. Jangan sampai, aktivitas dari perusahaan merusak lingkungan.

Ketua komisi III, Rustam mengatakan, beberapa waktu lalu komisi III menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pupuk Kaltim. Sidak dilakukan lantaran pihaknya mendapat laporan terkait aktivitas mesin pemanas batu bara yang diduga menimbulkan pencemaran debu.

Dalam kunjungan itu, rombongan diperkenankan turun dari kendaraan bus yang membawa keliling pabrik dan hanya melihat dari jarak jauh. Hal itu karena aturan keselamatan yang diterapkan perusahaan pupuk tersebut.

"Kesannya seperti plant tour. Jadi, bukan sidak tapi jalan-jalan," kata Rustam.

Menurutnya, kunjungan ke Pupuk Kaltim ini menjadi pengalaman baru. Karena biasanya biasanya saat melakukan sidak, rombongan DPRD meninjau langsung objek yang akan dilihat.

Meski demikian, Rustam berharap ada sinergi perusahaan dengan pemerintah untuk tetap menjaga lingkungan sekitar. Apalagi, ada keluhan warga soal pencemaran debu dari aktivitas mesin pemanas batu bara untuk pembangkit listrik.

Anggota komisi III, Suhut Hariyanto juga meminta manajemen Pupuk Kaltim memberikan pelatihan atau pemahaman kepada masyarakat sekitar apabila ada kondisi darurat di pabrik. Salah satu contoh kejadian kebocoran tangki milik Badak LNG beberapa pekan lalu.

"Harus sering dilakukan simulasi tanggap darurat di daerah sekitar pabrik agar masyarakat mengetahui dengan jelas dan pasti tentang bencana industri," ujarnya.

Perwakilan Departemen K3 Pupuk Kaltim, Agus Jaya didampingi pejabat Departemen Lingkungan Hidup Wildan mengemukakan bahwa gas di Kaltim terus mengalami penurunan. Sehingga, Pupuk Kaltim 5 menggunakan batu bara untuk pembangkit listrik, sehingga dibangunlah boiler steam batu bara. Selain itu, penggunaan batu bara lebih ekonomis dibanding gas.

Terkait pencemaran debu, Wildan menjelaskan jika jenis batu bara yang digunakan adalah yang paling kecil. "Penyebaran debu relatif hanya di wilayah pabrik dan untuk mengantisipasi terjadi kebakaran akibat udara bebas, kami sudah melakukan upaya pemadatan batu bara. Jadi, sebelum mengeluarkan asap, kita sudah amankan," jelasnya.

Ia menambahkan, baku mutu udara di area pabrik relatif aman. Pasalnya, perusahaan secara berkelanjutan melakukan pengukuran kondisi udara dan hasilnya dilaporkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Kementerian Lingkungan Hidup (LH). (hd/adv)


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 20:50

MAN Bontang Gelar Workshop Pendampingan Sekolah Adiwiyata

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dalam rangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers