MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Selasa, 25 Oktober 2016 01:04
English Championship, Debate, Writing And Games
Halaman Zetizen Bontang Post. (FOTO-FOTO: ISTIMEWA)

PROKAL.CO, Well, siapa yang enggak asing dengan Bahasa Inggris? Baik Inggris Amerika atau United Kingdom. Keduanya sudah sama-sama merajadi dunia. Bahkan menjadi bahasa internasional. Memang negara Indonesia terdiri dari beragam suku dari Sabang hingga Marauke, utamanya menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi jangan salah, anak-anak Indonesia juga mampu kok speaking English, alias ngomong pakai Bahasa Inggris.

Kemampuan anak Indonesia, khususnya anak Bontang, terwujud dari kemenangan mereka dalam ajang kompetisi Bahasa Inggris. Pssst, yang mengadakannya adalah Universitas Trunajaya dan dibuka oleh Pemkot Bontang. Nama lomba, adalah The 8th Annual of English Exhibition Day 2016, selama dua hari, yakni 22-23 Oktober lalu.

Jangan salah. Peserta unjuk gigi siswa-siswi SMA dan SMP se-Kota Taman. Jenis lomba diantaranya debate competition, story telling, writing competition, dan permainan berjudul 1st rank.

Well, Zetizen Bontang Post turun langsung mengucapkan selamat pada sang jawara. The winner of English Debate Competition is Smansa Bontang. The First Runner up dari SMA YPVDP. Terakhir The Second Runner Up dari SMA YPK Bontang.

Smansa -- SMA Negeri 1 Bontang – awalnya mengirimkan dua tim debat. Great! Nah, tim pemenang beranggotakan dari Aliefha Septikamelia Putriningtyas Wibowo, Yakhsyallah Aulia, dan Miftahul Jannah.

MJ -- sapaan Miftahul Jannah – mengatakan menjadi jawara tak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan dia sempat hectic atau ribet sebagai pembicara ketiga. Karena pembicara ketiga enggak boleh menambah argumen. Justru harus merangkum argumen yang sudah ada. Baik dari tim pro atau kontra. Repot kan kalau sampai ada argmen terlewat dari pemahaman MJ? Belum lagi MJ juga harus menyampaikan argument pendukung satu timnya.

“Harus pede, banyak berpikir, dan enggak boleh terintimidasi tim lawan. Sempat deg-degan, panik, dan enggak bisa santai. Tapi seneng. Worth it! Alhamdulillah, akhirnya kami menang,” cuap cewek berkacamata ini.

MJ bercerita, persiapan matang sudah mereka godok. Bahkan sekira 3 minggu sebelum lomba. Dalam sehari, MJ dan tim berlatih sekira 2-4 jam. Mereka berlatih sudah seperti debat langsung. Ibaratnya sudah seperti berpedang. Beberapa mosi mereka cari di internet. Kemudian mengembangkan argumen untuk mempertahankan mosi mereka.

“Kami juga tanya pendapat temen satu ekskul, biar tahu sudut pemikiran lain. Nah setelah dapat clue, kami membuat motion yang memungkinkan. Terus kami pakai latihan,” tutur cewek pecinta buku ini.

Aliefha dan Yasa menimpali. Keduanya mengaku seluruh lawan debat cukup tangguh. Yang penting sudah usaha maksimal. Eh untungnya dibarengi hasil yang maksimal juga.

Sebelum sampai ke babak final -- MJ, Aliefha dan Yasa -- menghadapi lawan berat. Antaranya SMA DHBS, SMA YPK, SMK Negeri 1, SMK All Truck, SMK Muhammadiyah, dan MAN Bontang. Termasuk tim dari saudara sekandung mereka, yakni Smansa lo, yakni -- Ananda Putri Aisyah, Maulidyah A. Yasmin, dan M. Alif -- hihihi.

Zetizen Bontang Post juga mewawancarai salah satu Pemenang lomba writing dari Smansa. Yup, Annisya Alifiah Nurkhadijah as the 1st runner up. Psst, Annisya mengaku kalau itu kali pertama dirinya ikut lomba. Doi sudah berhasil mengungguli 18 peserta lain, yang berasal dari 15 sekolah berbeda se-Bontang.

Dalam lomba writing, Annisya bercerita kalau mendapat tema penggunaan gadget, khususnya ponsel pintar dalam dunia pendidikan di tanah air.

“Sulit sih, karena sebelumnya saya lebih fokus tentang K-Pop. waktu lomba juga sempat panik. Tapi ya, akhirnya tenang dengan fokus ke tema utama,” jelas cewek yang bercita-cita jadi Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok ini.

Persiapan Annisya sederhana saja. Tiap kali masuk ekstrakurikuler English Club, doi berlatih dan mencari referensi tema di perpustakaan maupun internet.

“Semoga kedepan ada lebih banyak lomba seperti ini. Soalnya selain menambah pengalaman, memperkaya kemampuan bahasa, juga bisa menjalin hubungan baik antar sekolah lain,” harap dia. 

Penulis : Ananda Putri Aisyah/ SMAN 1 Bontang / Student of Journalism Bontang Post


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 21:03

Dualisme KNPI Ancam Anggaran

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dualisme kepemimpinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*