MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 05 Oktober 2015 18:17
Pembangunan NPK Cluster Di Bontang Fifty-Fifty

Butuh Dukungan Masyarakat, Isro: Jangan Sampai Investor Kabur

INVESTASI BESAR: Rencana pembangunan NPK Cluster di area Pupuk Kaltim ini perlu sokongan dari semua pihak. (M Jumri/Bontang Post)

PROKAL.CO,

BONTANG - Tak hanya proyek pembangunan kilang saja yang terjadi di Bontang. Saat ini, Pupuk Kaltim tengah melobi pemerintah Yordania agar pembangunan NPK Cluster tetap dilakukan di Kota Taman. Maklum, investasi melalui Jordan Phospate Mining Corporation itu nilainya sekitar USD 400 juta dan Rp 1,5 triliun.

“Peta sekarang, secara teknis peluang NPK Cluster dibangun di Bontang dengan tempat lain fifty-fifty. Sebenarnya, salah satu yang bisa mendorong agar NPK Cluster tetap dibangun di Bontang adalah sikap masyarakat dan pemerintah.

Artinya, bahwa Bontang welcome, meskipun masih ada kelompok masyarakat di buffer zone yang belum setuju 100 persen terhadap itu,” kata Wakil Wali Kota Bontang, H Isro Umarghani, Minggu (4/10) kemarin.

Nah, beberapa keberatan masyarakat terhadap lokasi pabrik, atau layout sudah ditindaklanjuti oleh Pupuk Kaltim untuk dilakukan revisi atau perbaikan. Misalnya, lokasi pabrik tidak mepet di pagar atau dekat dengan permukiman.

Jumat (2/10) lalu, bahkan sempat dilakukan pertemuan antara Pupuk Kaltim, Pemkot Bontang, dan masyarakat di Hotel Bintang Sintuk terkait tindak lanjut proyek tersebut.

“Itu sudah ditindaklanjuti. Intinya packing plant dilengkapi dengan green belt, setelah itu kantor, gudang, baru kemudian pabriknya. Jadi, kalau dilihat dari lokasi masyarakat di pos 7, lokasinya (NPK Cluster, Red.) dekat pool kendaraan. Jauh dari lokasi permukiman terdekat,” kata Isro.

Dia pun mendesak Pupuk Kaltim untuk segera meyakinkan investor dari Yordania, agar segera menetapkan lokasi pembangunan NPK Cluster di Bontang. “Peluangnya memang fifty-fifty. Itu tergantung dari masyarakat. Kalau memang jadi di Bontang, saya harap masyarakat di sekitar pabrik bisa dilibatkan dalam proses pembangunan agar bisa meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Isro menegaskan, berdasarkan laporan dari Pupuk Kaltim, selain Bontang, Berau juga berminat menarik investor asal Yordania tersebut. Makanya, kata dia, jangan sampai investor kabur. Pasalnya itu akan menjadi preseden buruk bagi Bontang, sehingga berimbas kepada kesejahteraan masyarakatnya. “Jangan sampai investor kabur,” tegasnya.

Dia menceritakan, mengacu pada daya saing daerah, tahun 2014 Bontang menempati urutan ke-8 nasional yang berdampak pada banyaknya investor yang berinvestasi. Salah satu yang menjadi daya tarik investor saat itu adalah adanya pembangunan Pabrik Kaltim 5 Pupuk Kaltim dengan nilai investasi sekitar Rp 7 triliun.

“Sekalipun adanya keterlambatan pada pembangunan proyek ini. Memang, keterlambatan tidak hanya merugikan kontraktor namun juga bagi owner, karena kesempatan untuk menjual produk menjadi berkurang,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, hal tersebut menjadi penting untuk kita diskusikan bersama mengingat peran masing-masing untuk mempertahankan daya saing daerah. Menurutnya, Jika daya saing daerah bagus, maka pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat serta kondisi daerah pun menjadi lebih kondusif.

“Dalam lima tahun terakhir ini, beberapa perusahan seperti Blackbear, KNI, pembangkit listrik dan lain-lain dapat berjalan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari peran para investor,” katanya.

Belakangan, jelas Isro, berkembang isu yang cukup kencang terkait pembangunan NPK Cluster yang akan dilakukan di Bontang atau Jawa Timur (Jatim). Namun, seiring berjalannya waktu, isu lainnya pun muncul bahwa salah satu daerah di Kalimantan, yaitu Berau sudah siap melaksanakan pembangunan NPK Cluster.

“Informasi ini saya dapatkan dari Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman bahwa daerah tersebut sudah melakukan komunikasi dengan Yordania terkait kesediaan lahan untuk pembangunan NPK Cluster di daerah tersebut. Seperti yang diketahui, bersama, Berau juga telah memiliki bandara yang dapat mempermudah akses perjalanan.

“Jika sampai peluang pembangunan NPK Cluster ini kita lewatkan, dikhawatirkan terjadi kemunduran bagi investor-investor lain yang berencana berinvestasi di Bontang. Pembangunan NPK Cluster akan memberikan multiplier effect,” katanya. Dia menjelaskan, beberapa poin yang menjadi pertimbangan Yordania dalam berinvestasi di antaranya yaitu pertumbuhan ekonomi daerah.

Kemudian, kata dia, Pupuk Kaltim pun berusaha menarik investor. Dalam dinamika yang terjadi di Bontang akhir-akhir ini, seperti adanya penolakan, pihak investor mempertimbangkan untuk mencari alternatif tempat investasi, salah satunya ke Berau karena dinilai lebih menjanjikan dibandingkan Bontang.

Dari hasil pengamatan Tim Teknis Pupuk Kaltim, hal-hal yang menjadi pertimbangan investor di antaranya adalah area industri Berau jauh lebih luas dibandingkan Bontang, Berau juga membebaskan bea masuk bagi investasi yang nilainya besar, kondisi tanah di Berau juga dinilai lebih siap, ketersediaan dermaga dengan jalur pelayaran internasional, sumber air yang cukup sebagai bahan baku industri, serta akses utilitas yang matang. (gun)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 22:40

Parkir Sembarangan, Ban Dikempeskan

BONTANG - Penataan titik-titik parkir di tepi jalan bakal dilakukan…

Jumat, 24 Januari 2020 22:37

Struktur Rendah, Jalan Kerap Tergenang

ADIEL KUNDHARA/KP BONTANG - Warga RT 26, Kelurahan Bontang Baru…

Kamis, 23 Januari 2020 09:55

NAH KAN..!! Seragam Sekolah Gratis Ternyata Bermasalah

Pengadaan seragam sekolah oleh Pemkot Bontang, sudah terealisasi. Namun, ukurannya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:53

Sektor Parkir Belum Maksimal

BONTANG–Sektor parkir menjadi salah satu penyumbang pendapatan asli daerah. Wujudnya…

Kamis, 23 Januari 2020 09:52

PARAH..!! Pintu Rumah Jadi Loket Sabu

BONTANG–Praktik penjualan barang haram berupa sabu-sabu semakin bervariasi. Salah satunya…

Selasa, 21 Januari 2020 11:44

Titik Nol Tol Samarinda-Bontang Masih Rahasia

DOK/KP Proses pembangunan tol Samarinda-Bontang masih menunggu keputusan Presiden Joko…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Tak Kuat Menanjak, Truk Mundur, Hantam Mobil di Belakangnya

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:35

Barang Bukti Truk Kecelakaan

Truk tidak kuat menanjak di jalan poros Samarinda-Bontang, tepatnya di…

Selasa, 21 Januari 2020 11:34

Aneh Juga, Proyek Sudah Selesai Tapi Jumlah Lapak Belum Diketahui

BONTANG - Bangunan Pasar Rawa Indah telah rampung dikerjakan oleh…

Senin, 20 Januari 2020 10:37

Peresmian Pasar Belum Jelas

BONTANG - Bangunan Pasar Rawa Indah telah selesai dikerjakan oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers