MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Selasa, 22 November 2016 20:21
Para Jawara Kostum Bontang Post, Green, Smart, Creative

Bareng Sang Bunda, Olah Sampah Jadi Gaun

Della Khalifah Putri, Geny Azizah, Ria Rizky Fatimah. (NURDIANSYAH/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Euforia semarak perayaan HUT ke-6 Extraordinary Bontang Post masih bergema. Salah satu yang menjadi rangkaian menarik dalam gelaran Jalan Sehat Minggu (20/11) lalu adalah lomba kostum. Ada 21 peserta dari beragam usia mengenakan kostum ciptaan mereka. Tema green, smart, creative diusung. Kehadiran peserta lomba kostum seolah menghipnotis dan mencuri perhatian masyarakat. Tiga diantaranya bahkan dinobatkan menjadi jawara. Yuk ulas ketiga jawara Lomba Kostum Unik Tahun 2016 ini. (pre)

Ubah barang bekas dan sampah yang sudah dicuci menjadi sebuah gaun. Mengusung tema etnik dan berbau khas Kalimantan tetap tergambar lewat kostum Della.  

Della Khalifah Putri, dara 15 tahun ini sukses menjuarai Lomba Kostum Unik yang digelar Bontang Post, Minggu (20/11) kemarin. Usung tema “Daur Ulang”, Della dan sang ibunda Hayati memanfaatkan aneka sampah bergaya etnik. Menurut Della, sesuai dengan tema lomba yaitu “Smart, Kreatif, Green”. Makanya, kostumnya penuh barang-barang sampah. Mulai tutup botol, kardus, pecahan kaca, karung, kepingan compact disc (CD), tali rafia, gabus, plastik, hingga tikar bekas.

“Barang-barang sudah tidak berguna dan jadi sampah bisa dimanfaatkan kembali menjadi kostum yang cantik,” ujar Della siswi kelas X SMAN 1 Bontang.

Informasi lomba didapatkan dari seorang teman sekolah. Della langsung memberitahukan sang bunda. Sang ibu lantas mendukung Della ikut. Bahkan, ibu membuatkan sendiri kostum. “Ibu saya kreatif, pintar mengkreasikan model pakaian. Kostum ini dibuat oleh ibu bersama saya,” cerita cewek yang karib disapa Adella.

Kostum Della bak gaun. Bahan tikar anyam mendominasi rok pendeknya yang melebar. Aneka tutup botol dan kepingan CD menempel sebagai hiasan rok. Kardus jadi dasar bagian atas kostum,  yang tertutupi sempurna dipadu pecahan kaca, tutup botol, potongan gabus, kepingan CD. Seluruhnya diolah sempurna. Memberi kesan elegan. Hiasan bulu-bulu di kepala semakin membuat harmonis. Sekaligus memberi sentuhan etnik Kalimantan.

Bungsu tiga bersaudara ini menuturkan, proses pembuatan kostum memakan waktu sepekan. Bahannya adalah sampah yang telah dibersihkan. Modal menyusun kostum lebih pada bahan-bahan penyatu, seperti lem dan benang. “Tentu juga modal pemikiran. Karena membuat gaun ini tidak mudah. Sehari sebelum acara kostum ini selesai. Saya dan ibu sempat berdebat mengenai penempatan masing-masing bahan,” terang Della.

Meski tampak berat, namun Della merasa nyaman memakainya. Karena ada tes kenyamanan agar tidak mengganggu gerak tubuh. Della tidak malu mengenakan kostum buatan sang ibu. Termasuk saat mesti jalan depan publik. Karena dia bercita-cita jadi model profesional. Sejak kelas IV SD, sudah gabung agency model.

“Fashion peragaan busana sudah hobi saya. Apalagi kostum dibuat dari barang bekas. Sebelumnya saya sering ikut lomba model bertema lingkungan, tapi baru kali ini saya mengenakan kostum yang dibuat dari bahan barang bekas. Bangganya, saya bisa menunjukkan barang bekas bisa diubah jadi kostum cantik,” urai finalis Pemilihan Wajah Favorit Bontang Post (PWFBP) angkatan pertama ini.

Della tidak menyangka jadi juara 1, Della cukup percaya diri saat mengikuti lomba ini. Dia tidak minder meskipun kostum peserta lain cantik semua. Alhasil, dia berhasil jadi yang terbaik di antara 18 peserta lain. Sekaligus membawa uang tunai Rp 1,5 juta. “Saya sangat bersyukur. Perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil,” pungkasnya. (*/luk)

---------- SPLIT TEXT ----------

Berkat Menang Lomba, Jadi Tak Abai Sampah 

Kostum berbentuk nanas. Memanfaatkan koran, kardus, potongan kain perca, tutup botol minuman kemasan. Pada bagian sayap menampakkan Bontang Post, sebagai ungkapan selamat HUT ke-6.

Nama Geny Azizah dikumandangkan MC sebagai Juara II Lomba Kostum Unik tema green, smart, creative. Sang ibu Nur Asrah, warga RT 2 Bontang Baru langsung menggandeng anaknya tampil ke atas panggung, Minggu (20/11). Sang Ibu bercerita, kalau lomba kostum unik mendaur ulang sampah atau benda tidak terpakai sudah dia impikan sejak lama. Untungnya, terealisasi tahun ini dalam peringatah HUT ke-6 Extraordinary Bontang Post.

“Pengin menunjukkan kalau yang sudah tidak terpakai itu ternyata bisa bermanfaat. Sebenarnya sudah lama menunggu moment, kebetulan di rumah banyak koran, sampah, dan botol,” cerita dia, Senin (21/11).

Nur Asrah mendukung penuh anaknya ikut lomba kostum unik. Tidak menyangka ditetapkan jadi pemenang. Padahal, seluruh peserta juga menunjukkan kreatifitas dan bagus semua. Hal yang membuatnya bangga, sang anak bersanding sebagai pemenang dengan jawara sudah SMA. Padahal Geny sang anak, masih duduk di bangku Kelas V SDN 012 Bontang Selatan.

“Anak saya (Geny) sudah sejak TK ikut fashion show. Namun berlum pernah tema daur ulang,” kata dia.

Berkat menang lomba tersebut, saat ini Geny lebih peduli akan sampah di lingkungan sekitarnya. Sebelumnya abai pada botol sampah, saat ini justru memungut dan menyimpan sampah. Karena punya pikiran kalau sampah bisa disulap menjadi gaun menarik. Bahkan jawara lomba.

“Kalau dijual hanya Rp 500 per kilo, kalau dimanfaatkan menjadi baju ternyata seperti itu. Kaget ternyata bisa seindah itu kostumnya. Anak saya minum air mineral biasanya botolnya dibuang, asal lempar. Kali ini dibawa pulang dan disimpan,” cerita dia.

Kostum Geny berbentuk nanas. Temanya dia sulap terinspirasi dari gambar google dan kreatifitas sendiri. Proses pembuatan kostum sekira seminggu. Dua puluh jarum patah karena ketebalan kostum. Namun rasa sukar terpatahkan berkat antusiasme lomba.

“Karena HUT ke-6 Bontang Post, makanya sayapnya memakai Bontang Post. kalau memang ulang tahun pemkot, maka akan saya beri wajah Bunda Neni semua,” pungkas istri Muhammad Solihin ini. (pre)

 

Sulap Kain Goni Jadi Gund Modern  

Bahan dasar utama yang digunakan dalam kostum adalah kain goni. Kuku dia cetak warna senada. 

PESERTA Lomba Kostum Unik yang meraih juara ketiga tidak menyangka jika namanya dipanggil di atas panggung. Dia adalah Ria Rizky Fatimah. Semula, dirinya memang sering menjadi model bidikan para fotografer di Kota Taman.

Siswi Kelas IX SMP Muhammadiyah Bontang ini mengaku senang, pasalnya kesempatan Minggu (20/11) kemarin adalah kali pertama dia mengikuti lomba kostum. “Ini pertama kali saya mengikuti lomba bertema fashion seperti ini,” sapa dara kelahiran Kabupaten Soppeng 7 Mei 2000 silam itu.

Motivasinya ikut lomba garapan Bontang Post ini berasal dari sang kakak, Tiara Arinda yang merupakan salah satu finalis sepuluh besar Pemilihan Wajah Favorit Bontang Post (PWFBP) 2016. Untungnya seluruh keluarga mendukung, mulai dari perisapan kostum sekitar dua minggu, konsep make up, hingga kukunya juga dicat senada warna karung goni.

“Saya minder, tapi dengan ikut seperti ini mengasah diri. Tante saya berpesan agar pede (percaya diri). Anggap semua orang patung dan enggak usah malu,” cerita dia.

Kurangnya rasa Pede dari Ria Rizky, karena dia merasa berparas dan memiliki tubuh pas-pasan. Makanya, dia berterima kasih akan adanya ajang lomba kostum yang membuat dirinya asah kemampuan di hadapan umum, bahkan khalayak banyak. “Semoga kedepannya bisa berkembang lagi dalam event selanjutnya,” pungkas anak kedua dari tiga saudara itu. (pre)

Halaman:

BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*