MANAGED BY:
SABTU
07 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

ZETIZEN

Kamis, 22 Desember 2016 00:01
Peduli Lingkungan, Yuk!
Foto-foto: Ekspedisi Tapak Borneo for Bontang Post

PROKAL.CO, SOBAT Zetizen, kalian tahu nggak kalau kawasan karst di Kaltim sedang terancam? Ya, kawasan yang dapat menyimpan cadangan air dan pengendali banjir ini sedang dilirik beberapa perusahaan pabrik semen sebagai bahan baku utama produksinya. Padahal, dibalik fungsi-fungsi hidrologis yang berpengaruh terhadap kehidupan lingkungan di sekitarnya, karst menyimpan banyak keindahan yang bisa dinikmati siapa saja yang mengunjunginya loh, guys. Well, beberapa waktu lalu salah satu sobat Zetizen Bontang Post, Ahmad Idink mengirimkan cerita perjalanannya menuju Karst Ketepu di Desa Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau yang bertajuk “Ekspedisi Tapak Borneo”. Yuk, simak cerita dan foto-fotonya! (zul)

Berkendara 13 Jam!  

Hanya dengan motor, Idink dan kawan-kawan menuju Kars Ketepu dari Samarinda-Bontang-Berau loh, guys!  Perjalanan ke-17 anak muda ini dimulai dari Samarinda mulai pukul 12 malam pada 9 Desember lalu, kemudian menuju Bontang, lanjut ke Kutai Timur, hingga sampai di Berau siang harinya. Jalan berlumpur pun harus dilalui dengan berhati-hari untuk sampai di tujuan, setidaknya perlu waktu tiga jam melewati jalan tersebut. Sesampainya di Desa Merabu, mereka masih harus menyusuri sungai selama kurang lebih 30 menit untuk sampai di Kars Ketepu. (*)

Eksotika Karst Ketepu 

Sesampainya di puncak Karst Ketepu malam harinya, Idink dan kawan-kawan memutuskan bermalam di mulut goa karst. Pagi harinya, eksotika Karst Ketepu dapat dengan mudah dinikmati oleh mereka. Rimbunnya pepohonan di hutan, sejuknya hawa di karst, membuat Idink dan kawan-kawan ingin berlama-lama menikmati kuasa Tuhan di Merabu. Duh, jadi penasaran ingin lihat langsung, kan!(*)

Bakti Sosial kepada Masyarakat  

Tak hanya sekadar menikmati keindahan alamnya. Mereka juga peduli terhadap penduduk di sekitar karst tersebut juga, guys. Turun dari puncak karst, mereka menyambangi kampung di sekitar karst. Selain memetakan golongan darah sekitar 195 penduduk di sana, mereka juga bermain dan bercengkrama dengan anak-anak di kampung tersebut. Seru sekali ya, guys.

Idink berharap, Kayanya alam Kalimantan seharusnya tidak serta merta dimanfaatkan sebagai lokasi tambang. Mestinya, kekayaan alam tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi wisata ramah lingkungan, agar pengembangan wisata daerah tidak berfokus pada daerah pesisir dan pulau-pulau saja. “Seharusnya ini jadi perhatian pemerintah agar ekonomi masyarakat juga ikut terangkat,” kata Idink. (*)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.